Text Select - Hello Kitty

Perjuangan Cinta - Chapter 1

Rabu, 13 Maret 2013 - Diposkan oleh Indah Nur Amalia di 05.30

“Ganteng banget.” Celetuk seorang gadis dengan ekspresi mupengnya ketika melihat segerombolan pria tepatnya ada 4 pemuda berjalan di hadapannya.
“Selalu begitu, kapan majunya ???” Komentar sahabatnya yang sedari tadi hanya menguntit gadis itu di belakangnya bersama sahabatnya yang lain.
“Ihhh, kalian tuh gak lihat apa. Dia tuh keren banget tahu. Udah gitu cakep banget lagi. Mana dia ketua osis lagi dan satu lagi, dia itu ketua ekskul music. Ahhh, tu cowo perfect banget deh pokoknya.” Puji gadis itu masih dengan wajah mupengnya.
“Ashilla Zahrantiara. Loe itu Cuma kagum. Please deh jangan berlebihan gitu. alay banget tahu gak. Kita aja dengernya bosen banget. Ya nggak guys.” Kata sahabatnya.
“Betul banget. Dari pertama MOS sampai sekarang yang loe bicarain Cuma dia mulu.”
“Dan loe selalu memuji dia. emang dia tahu loe apa !!” Tambah sahabatnya yang lain.
                Yaps. Mengagumi seseorang dari belakang. Tanpa orang yang gadis itu kagumi tahu. ASHILLA ZAHRANTIARA. Seorang gadis cantik yang mempunyai kepribadian berubah ubah. Tetapi semua kepribadian yang ada di dalam dirinnya selalu bernilai positif. Tidak ada hal yang negative yang gadis itu lakukan. Mempunyai sahabat yang sangat ia sayangi.
ALLYSSA SAUFIKA UMARI adalah salah satu sahabat Shilla yang paling dekat dengannya. Karena pertemanan mereka terjalin dari mereka berumur 4 tahun sampai sekarang. Gadis cantik yang selalu ceria dan semangat dalam menjalani segala aktifitasnya. Selalu memberi semangat untuk sahabat sahabatnya yang sedang GALAU.
AGNI TRI NUBUWATI. Seorang gadis tomboy dengan gayanya yang selalu ceria. Sahabat Shilla yang satu ini memang sangat berbeda dengan Shilla maupun sahabatnya yang lain. Gadis ini sangat tidak menyukai Fashion. Segala hal yang berhubungan dengan kecantikan gadis ini sepertinya tidak mau tahu dan tidak ingin tahu. Apalagi memakai make up. Gadis ini sangat anti. Wajah aslinya yang tidak pernah di sentuh oleh berbagai alat make up membuat dirinnya merasa nyaman.
SIVIA AZIZAH. Seorang gadis chubby yang cantik dengan gayannya yang lucu. Sahabat Shilla yang satu ini selalu tampil semangat dan selalu membuat teka teki lucu yang di sampaikan kepada sahabat sahabatnya membuat sahabatnya ikut tertawa karena kekonyolannya. Tetapi di balik itu semua, perasaan gadis ini sangatlah sensitive. Jika ada seseorang yang menyakiti dirinnya dia akan cepat dan mudah untuk nangis. Sepertinya lebih cocok di sebut sebagai gadis cengeng J.
“Seenggaknya gue bisa berusaha supaya bisa deket sama dia :p. lagian kalian sebagai sahabat gue gak mendukung banget sih. Kasih semangat kek. bantu gue kenalan sama dia kek.” Sungut Shilla
“Bantu kenalan ??? Gak salah ??? loe lupain tuh orang deh. Dia itu disini jadi most wanted Shilla. Kakak senior kita tuh banyak yang cantik. Dan kemungkinan dia udah punya pacar kan ??” Komentar Sivia.
“Gue udah cari tahu. Dan hasilnya adalah dia belum punya pacar J. Hahaha J.” Ucap Shilla tersenyum lebar kepada sahabatnya karena dirinya merasa menang.
                Sedangkan sahabatnya hanya menggerutu pelan serta bersungut sungut dalam hati seraya memanyunkan bibirnya. Sahabat sahabatnya gak habis pikir sama gadis yang satu ini, dia seperti dibuai oleh seorang kakak Senior itu. Mereka memang mengakui kalau kakak senior yang Shilla kagumi itu lumayan perfect. Tapi yang ada di pikiran mereka adalah, mereka takut hal-hal yang tidak baik menyentuh perasaan Shilla dan membuat sahabat mereka yang satu itu menjadi down.
“Eh Shill, loe mau kemana ???” Tanya Allyssa yang biasanya di panggil dengan sebutan Ify kepada Shilla setelah dirinya mengetahui bahwa Shilla melangkah maju masih dengan cengiran lebarnya.
“Shilla tungguin kita.” Teriak Agni seraya menarik tangan Ify dan Sivia untuk mengikuti langkah Shilla yang sudah lebih jauh di depannya.
“Loe mau kemana sih ???” Tanya Sivia ngos ngos’an setelah berlari terpaksa tadi.
“Mau ketemu prince gue. Loe lihat aja, gue bakal bikin dia kenal gue.” Ucapnya seraya bertekad.
“Gak usah nekad Shilla. Kita gak mau loe di permalukan sama mereka berempat.” Larang Agni.
“Bisa aja kan mereka bilang ‘jadi cewe gak punya malu banget sih, ngajak kenalan duluan.’ Gitu gimana ???” Ucap Ify dengan intonasi yang di buat-buat.
“Please deh. Itu Cuma pikiran negatif loe doang. Udah diem, mereka mau kesini.” Bisik Shilla saat menyadari kakak senior itu ingin melangkah melewati dirinnya.
                Sedangkan keempat cowo itu berjalan dengan santainya. Dengan seorang pria yang menjadi leader dengan berdiri paling depan saat mereka berjalan.
                Dengan keberanian yang masih setengah setengah, Shilla menghampiri keempat pria itu diikuti oleh ketiga sahabatnya yang sekarang sudah menyamakan dirinnya di sebelah Shilla. Sedangkan keempat pria itu hanya mengeryit mempersatukan alis indahnya dan memasang ekspresi bingung melihat keempat gadis yang tiba-tiba mengganggu langkahnya.
“Hai kak.” Ucap Shilla gugup tetapi berusaha untuk tersenyum J. Sedangkan pria dihadapannya hanya mengangkat alis heran dengan gadis ajaib yang menghalangi langkahnya.
“Ada apa ???” Tanyanya ramah.
“Mmmm, anu. Itu kak ……”
“Anu apa ???” Tanyanya lagi. Sedangkan sahabatnya yang berdiri dibelakangnya hanya memasang senyum ramahnya menyambut gadis gadis yang berlalu lalang di hadapannya seraya melambaikan tangannya dan ketiga pria itu membalasnya dengan senyum manisnya membuat gadis yang berlalu lalang di hadapannya terpesona J.
                Ketiga gadis di samping Shilla hanya memasang ekspresi gak suka melihat kakak seniornya yang caper abis menyambuat gadis yang berlalu lalang di sekitarnya. ‘Apa banget nie kakak senior, caper banget. Berasa ganteng apa.’ Pikirnya kompak.
“Cuma pengin ngajak kenalan. Hehehe L.” Jawab Shilla seraya cengeesan supaya tidak nervous berhadapan dengan kakak senior yang ia kagumi itu.
“Gak salah ???” Tanyanya tak percaya dengan kelakuan gadis di hadapannya. Melihat anggukan dari sang gadis, pria itupun melanjutkan ucapannya. “Loe udah tahu nama gue kan ???”
“Iya kak tahu. Tahu banget malah. Nama kakak Mario kan. Kak Mario.” Jawab Shilla cepat.
“kalau udah tahu kenapa ngajak kenalan ??? Ohhh gue tahu. Loe pengin gue tahu nama loe ???” Gadis itupun mengangguk dengan cepat seraya tersenyum lebar. “Ooohhh, nama loe siapa ???”
“Mmmm Shilla kak. Ashilla Zahrantiara J.”
“Oke. Ashilla. Cukup sampai disini aja yah perkenalannya. Gue ada perlu soalnya. Gak papa kan ???”
“Gak. Gak papa kok kak. Dengan kakak mau tahu nama aku aja aku udah seneng banget J.”
“Oke. Yuk Guys kita cabut. Bye girls.” Pamit Rio seraya melangkah melewati Shilla cs.
                Pandangan Shilla masih tetap sama seperti sebelumnya. Yaitu mengikuti arah kemana kakak senior berlalu. Sekalipun kakak senior itu telah hilang dari pandangan gadis itu masih tetap setia menatap ke arahnya seraya tersenyum lebar seraya memasang wajah mupengnya.
“Shilllaaaa.” Teriak ketiga sahabatnya kompak.
“Ihhh, rese banget deh. Mengganggu ajah. gue kan lagi lihat prince gue.” Sungut Shilla sebal.
“prince loe itu telah hilang dari pandangan sayang. Kenapa masih di lihatin aja ???” Tanya Ify gemas melihat sahabatnya yang semakin terbuai oleh pesona kakak senior itu.
“Bodo ah, yang penting dia tahu nama gue. Yaudah ke kelas yuk.” Ajak Shilla seraya mendahului langkah ketiga sahabatnya seraya bersenandung menyanyikan lagu yang berjudul Jatuh Cinta. Sedangkan sahabatnya hanya melihatnya dengan geleng geleng kepala. Merasa aneh dengan sikap sahabatnya yang semakin tidak waras itu L.
YYYYYYYYYYYYYYYYYYYY
                Keempat pemuda itu sedang asyik berkumpul di ruangan pribadi mereka. Ruang OSIS. Mereka sedang membicarakan seorang gadis yang tiba tiba menghalangi langkahnya barusan. Dan tiba-tiba dirinya mengajak berkenalan dengan leader mereka.
“Jangan-jangan tuh cewe kena pesona loe kali Yo. Hahaha J.” Komentar sahabatnya seraya menyeruput minuman yang baru di pesannya.
“Maybe. Lagian tuh cewe aneh banget. Tiba tiba menghalangi jalan kita tadi. Berasa preman aja yang mau malak. Ckckck, ajaib tuh cewe. Mana mau minta kenalan segala lagi.” Sungut ketua osis itu.
“Hahaha J. Dan anehnya dia udah tahu nama loe. kalo udah tahu ngapain minta kenalan yah. Tuh cewe ajib banget Yo.” Komentar sahabatnya yang lainnya.
“Betul banget tuh, baru kali ini ada cewe yang nekad minta kenalan. Biasanya kan cowonya yang minta kenalan. Eh ini malah kebalikannya.” Komentar sahabatnya yang sedari tadi sibuk dengan buku komiknya.
“Yang jelas gue gak kenal sama dia. Tapi dia cantik guys. Manis. Dan gue suka senyum lebarnya.” Ujar Rio seraya tersenyum jika mengingat gadis ajaib yang baru aja ketemu tadi.
                MARIO STEVANO ADITYA HALING. Pria tampan yang mempunyai pesona yang luar biasa. Dengan sifatnya yang baik hati, lembut, ramah, dan murah senyum menjadikan dia sebagai pria tersegalannya di sekolahnya. Dengan menjabat sebagai ketua osis dan ketua ekskul music dan ikut menjadi anggota team basket serta mengikuti kegiatan lainnya di luar kegiatan sekolah menjadikan dirinya orang paling sibuk seantero sekolahnya.
                GABRIEL STEVENT DAMANIK. Sahabat Rio dari 5 tahun yang lalu. Ketika dirinya satu SMP dengannya. Pria tampan yang selalu menyebarkan pesonanya kepada gadis gadis yang menyukai dirinnya melalui senyum mautnya. Mempunyai kepribadian yang sangat baik. Selalu memberikan senyum manisnya kepada orang yang ramah dengannya. Dirinya yang menjabat sebagai kapten basket menjadikan dirinya terkenal dan banyak penggemar di sekolahnya.
                CAKKA KAWEKAS NURAGA. Sahabat Rio yang menurutnya paling playboy. Dia bisa mendapatkan 1 gadis dalam seminggu. Entah karena dirinya tampan atau karena dirinya mempunyai pesona yang di luare batas kewajaran. Pria berkulit putih ini mempunyai kepribadian yang sangat baik juga. Di balik sifatnya yang selalu gonta ganti gadis dalam seminggu, pria tampan ini mempunyai jiwa penyayang yang sangat tinggi. Jiwa penolong dan ramah ada pada pria tampan ini.
                ALVIN JONATHAN SINDUNATA. Sahabat Rio dari jaman mereka masih berumur 3 SD. Hal itu dikarenakan karena orang tua dirinya dan Rio adalah sahabat. Pria tampan berkulit putih ini adalah pria paling dingin di antara mereka berempat. Tak jarang Alvin hanya membalas dengan kata ‘Iya’ atau ‘Tidak’. Begitupun kepada semua gadis yang menyukai dirinya. Entah apa yang membuat dirinya menjadi seperti itu. Padahal dulunya Alvin adalah pria ceria dan mempunyai jiwa semangat yang tinggi.
“Ituh mah menurut loe. tapi emang bener sih dia cantik. Hehehe J.” Komentar Cakka membalas ucapan Rio barusan.
“cewe mana sih yang loe anggap gak cantik. Kayaknya cantik semua deh. Semua cewe di sekolah ini kayaknya udah jadi mantan loe semua. Kecuali kelas X yang baru mengikuti MOS 1 bulan yang lalu.”
“Hehehe J tahu aja loe Yo. Gue pengin dapetin cewe dari kelas X ah. Siapa sih yang gak kenal Cakka. Cowok paling cakep di sekolah ini yang jabatannya adalah wakil ketua osis. Hahaha J.” Ujar Cakka PD memuji diri sendiri.
“Gak usah kepedean loe jadi orang. Rahmi kelas XI IPA 1 ajah gak kenal sama loe. padahal sama-sama kelas XI. Hahaha J.” Ucap Gabriel seraya menyindir.
“Enak ajah. ituh mah Rahminya aja yang kuper. Masa gak kenal sama yang namanya Cakka. Ada-ada aja deh loe. lihat aja nanti. Gue pasti bisa dapetin salah satu dari anak kelas X ini..” Tekad Cakka.
“Loe buktiin. Jangan Cuma ngomong doang. Bukan cowo namanya kalo gak bisa membuktikan apa yang keluar dari mulutnya.” Ucap Alvin santai.
“Loe mah kalo ngomong gak ada panjang-panjangnya Vin. Selalu begitu. Sekali sekali kek ngomong panjang.” Sungut Rio yang sebal melihat sahabatnya yang tidak berubah itu.
“Gak usah ngomong gitu terus Yo. Dia gak bakal berubah. Udah jalannya dia kali ngomong irit.” Komentar Gabriel.
“Bukan irit tapi pelit. Hahaha J.” Tambah Cakka seraya ngakak. Sedangkan Alvin hanya menatap tajam kearah Cakka. nyali Cakka lagsung menciut “Hehehe J peace bro. kidding sob.” Ujarnya pelan seraya mengangkat jari tengah dan jari telunjuknya.
YYYYYYYYYYYYYYYYYYYY
                Semua anggota basket SMA Tunas Bangsa sedang berkumpul di lapangan. Tentunya mereka semua menggunakan pakaian basket. hal ini dilakukan dengan tujuan supaya banyak anak kelas X yang berminat untuk ikut dan masuk ke club basket. dengan Gabriel menjadi leader yang notabene adalah kapten basket dan diikuti oleh anggota yang lain.
                Sedangkan penonton yang berjejer rapi di bangku penonton selalu berteriak heboh dan histeris menyebutkan nama idola mereka yang kini sedang menunjukkan aksinya di lapangan.
“Gila ahh, kak Rio makin lama makin keren ajah deh. Ahhhh, gue tambah suka sama loe kak Rio.” Teriak seorang gadis dari gadis penonton. Shilla. Tapi tidak sampai kedengeran sampai kelapangan.
“Huh, please deh Shill, cowo cowo yang sekarang ada di lapangan ituh gak ada yang keren. mereka Cuma berpotensi ajah. menurut gue mereka biasa ajah.” Tanggap seorang gadis di sebelah Shilla.
“Aduhh Agni. Dia ituh ganteng banget. Kalian bertiga milih kek salah satu dari mereka. Jadi kan nanti cowo kita anak basket semua. Kan keren guys.” Ngotot Shilla.
“Gak penting. Ngapain mikirin cowo jaman sekarang. Cowo cowo jaman sekarang tuh gak ada yang bener. Ada maunya doang. Ihhh. Kamseupay semua.” Ucap Sivia bergidik.
“Bener tuh. Guys kita ke kantin ajah yuk. Laper banget nie gue. Daripada disini nonton gak jelas dan sama sekali gak menarik. Mending makan kan ???” Usul Ify yang dijawab anggukan oleh kedua sahabatnya.
“Kok kantin sihh Fy. Sini ajah. gue kan masih pengin lihat kak Rio.” Ucap Shilla.
“Yaudah, loe disini ajah. gue Cuma bentar kok. Kalo gue udah selesai makan gue langsung kesini bareng Agni Via. Gimana ???” Tanya Ify memberi saran.
“Yaudah deh. Tapi bener yah kesini lagi. Awas loe.”
“Iyah. Bye Shill.” Ucap Ify, Sivia dan Agni kompak seraya meninggalkan lapangan basket.
“Ahh, masa gue disini sendirian, lihat dari deket ajah ah. Biar lebih jelas.” Ucap Shilla seraya menuruni bangku penonton dan menuju ke pinggir lapangan.
                Sedangkan di lapangan. 2 team sedang beradu untuk memperebutkan siapa yang akan jadi pemenangnya. Bola basket di oper kesana kemari menjadikan siapa saja yang melihatnya terpesona dengan seseorang yang memegang bola orange ituh. Skor sangat tipis. Mereka terus memperubutkan bola orange itu supaya bisa mencetak angka tertinggi. Tiba-tiba bola orange mendarat ke luar lapangan akibat lemparan oleh anggota basket itu sendiri. Tiba-tiba.
“Aww.” Pekik seorang gadis seraya memegang kepalannya yang ternyata terkena lemparan bola orange ituh. “Siapa sih yang nglempar. Gatau disini ada orang apa.” Omel gadis itu lagi.
“Sorry. Gue yang lempar. Gue bener-bener gak sengaja. Loe gak papa kan ???” Tanya seorang pria yang tadi melempar bola orange kearah sang gadis.
“Loe tuh gima ….” Ucapan gadis itu terhenti ketika melihat siapa yang melempar. “Eh kak Rio. Mmm, aku gak papa kok kak. Cuma sedikit pusing ajah.” Ucap Shilla gugup.
“Bener ???” Ucap Rio memastikan. “Iya bener kak. Gak papa.” Jawab Shilla salting.
“Yaudah, gue anterin lo ke UKS yuk. Siapa tahu ajah ada yang parah. Tadi gue bener-bener gak sengaja nglemparnya. Gimana, mau nggak ???” Tawar Rio.
“Gak usah kak. Gak papa kok. Kakak kan masih harus tanding.” Tolak Shilla halus.
“Udah gak papa. Ayo.” Ajak Rio seraya memegang lengan gadis itu. Sedangkan sang gadis merasakan pipinya memanas dan wajahnya memerah. “Guys, gue duluan yah.” Lanjutnya kepada teman-temannya di lapangan seraya menarik lengan Shilla untuk mengikuti langkahnya.
                Banyak gadis yang iri melihat Shilla diperlakukan seperti itu oleh ketua osis SMA’nya. Sedangkan Shilla hanya menunduk menyembunyikan rona merah di wajahnya. Dan Rio dengan santainya berjalan seperti tak ada beban. Padahal, banyak gadis yang melihatnya dari bangku penonton.
“Rahmi, tolongin gue dong. Tolong loe obatin nie cewe yah.” Pinta Rio kepada Rahmi, anggota PMR di SMA Tunas Bangsa yang sedang mendapat giliran jaga di ruang UKS.
“Emang nie cewe kenapa Yo.” Tanya Rahmi bingung.
“Tadi gue gak sengaja nglempar bola. Tahunya kearah dia dan kena kepalannya tadi. Loe periksa dong, barang kali ada yang parah gituh.”
“Oh, ok.” Jawab Rahmi singkat. “Yaudah loe duduk disitu dulu, gue mau ngambil obatnya.” Suruh Rahmi kepada Shilla seraya berlalu menuju ke kotak obat.
“Kak, kakak mendingan balik ke lapangan aja deh. Ntar temen-temen kakak marah lagi. Aku udah gak papa kok.” Ucap Shilla.
“Gue harus tanggung jawab, karena gue yang bikin loe kaya gini. Lagian tadi gue udah ijin sama pelatihnya kok. Loe tenang ajah.” Jawab Rio santain seraya tersenyum ramah membuat getaran getaran halus yang menggelitiki hati Shilla.
“Iya deh terserah kakak.”
“Nie gue udah bawa obatnya.” Ucap Rahmi muncul dari balik pintu seraya membawa kotak obatnya menghampiri Shilla dan langsung mengobatinya.
“Lukanya gak parah kok Yo, Cuma kebentur dikit doang. Efeknya Cuma pusing-pusing kayaknya.”
“Bagus deh. Loe gak usah kemana mana dulu yah de’. Oya nama loe Ashilla kan ??? Cewe yang tadi ngalangin jalan gue ???” Tanya Rio mengingat.
“Iyah kak. Panggil gue Shilla ajah biar singkat.”
“Yaudah Shilla. Loe Istirahat aja disini sampai pusingnya ilang. Lagian hari ini jadwal kelas X free kok gak ada pelajaran.” Ucap Rio.
“Gituh yah kak. Yaudah deh.”
“Yaudah, gue tinggal gak papa kan ??? Loe kan mau istirahat.”
“Iyah kak gak papa, makasih yah.” Ucap Shilla tulus seraya tersenyum manis.
“Ok sama-sama. Rahmi, gue balik ke lapangan dulu yah. Kalo ada apa-apa bilang gue. Bye girls.” Ucap Rio seraya berlari keluar ruang UKS menuju ke lapangan.
“Loe suka sama Rio yah.” Tanya Rahmi yang membuat Shilla tersedak waktu meminum air putih pemberian Rahmi.
“Gak kok kak. Aku gak suka sama kak Rio.”
“Ngaku ajah. gak papa kok. Lagian dia masih jomblo lagi. Jadi loe tenang ajah.”
“Kak Rio masih jomblo ???” Tanya Shilla gak percaya.
“Iya Jomblo, menurut dia, semua cewe sama ajah. suka ngatur dan nyusahin. Pas gue denger alasan Rio yang gak masuk akal itu gue marah. Ya jelaslah, gue kan cewe. Padahal kan gak semua cewe kaya gituh. Cewe itu gak nyusahin dan cewe itu suka ngatur karena mereka punya jiwa care yang gede. Ya nggak.” Ucap Rahmi panjang lebar dan meminta pendapat adik kelasnya itu.
“Iya sih. Tapi ada alasan sendiri kan kenapa kak Rio bisa berfikiran seperti itu ???” Tanya Shilla penasaran.
“Ada sih, tapi rahasia yah. Soalnya loe suka sama dia, makanya gue mau cerita sa…….”
“Apaan sih kak, gue gak suka kok sama kak Rio.” Elak Shilla cepat memotong pembicaraan Rahmi.
“Yaudah, ngapain gue ngasih tahu ke loe. gak penting juga kan. Kan loe gak suka sama Rio.” Goda Rahmi
“Ihhh, kak Rahmi jangan gitu dong, kan Shilla penasaran.”
“Yaudah, makanya ngaku dong. Tenang ajah, gue gak akan bilang sama Rio kok.”
“Iya deh kak. Tapi janji yah jangan bilang sama kak Rio. Gue suka sama dia. sejak MOS.” Jujur Shilla..
“Iya iya. Gini, Rio itu punya argument kaya gitu karena dia dulu pernah punya pacar yang nyebelinnya minta ampun. Pacar kelima atau lebih tepatnya pacar terakhir Rio. Dia itu bawelnya setengah mati, suka ngatur. Gak boleh inilah gak boleh itulah pokoknya nyebelinnya banget banget banget deh. Nie yah loe tahu, dia itu nyusahin banget. Mau duduk ajah harus di bersihin dulu, dan loe tahu, tissue dia itu selalu di pegang sama Rio. Ihhhh, gak banget tahu gak sih. Jijik gue ngelihatnya.”
“Hahahaha, kasihan banget kak Rio, terus dia gima……”
“Shilla, jangan potong cerita gue dong.” Protes Rahmi tiba-tiba.
“Hehehe J, maaph kak. Sok lanjutin lagi atuh.” Ucap Shilla tertahan.
“Dasar loe, suka motong cerita. Dengerin lagi yah. Terus cewenya Rio tuh selalu bawa kipas kemana-mana. Kadang juga Rio yang ngipasin. Ihhh, pokoknya tuh cewe gak banget deh buat cowo sePerfect Rio. Loe juga harus tahu, di antara keempat mantan Rio itu semuanya sama ajah. suka ngatur dan nyebelinnya minta ampun. Yah sebelas dua belaslah sama mantan terakhir Rio ituh. Nah semenjak dia putus sama tuh cewe, Rio berAgument kaya gituh. Dan dia kapok buat pacaran lagi J.” Ucap Rahmi mengakhiri ceritanya tentang ketua osis SMA’nya ituh.
“Ckckck, kasihan juga kak Rio. Eh, masa kak Rio kapok pacaran lagi ??? Gak ada harapan dong buat gue ???” Ucap Shilla kecewa.
“Ada, banyak banget malah. Menurut gue, loe salah satu diantara bermilyar milyar orang di dunia ini yang bisa bikin Rio mencabut argumentnya yang tentang cewe suka ngatur itu.” Jawab Rahmi antusias.
“Ah!! Masa sih kak, gue gak yakin tuh, gue ……..”
“Shilla, loe gak papa kan ???” Tiba-tiba sekelompok gadis muncul dari balik tirai ruang UKS secara tiba-tiba membuat kedua gadis yang sedang asyik bercengkrama (?) itu mengelus dada kaget.
“Heh, loe bertiga ngagetin.” Teriak Shilla kesal.
“Hehehe J, maaph ya sis. Kita kan khawatir sama loe. pas kita pulang dari kantin mau ke lapangan ternyata banyak desas desus sana sini. Eh pas gue Tanya ternyata tentang loe yang kena bola basket yang di oper sama kak Rio.” Cerocos Salah satu gadis yang baru datang itu.
“Aduhh Sivia. Cerewet loe gak ilang-ilang yah. Gue gak papa kok. Jadi kalian gak usah lebay gituh.”
“Lebay, please deh Shill. Loe ituh habis kena bola basket di kepala loe. kalo sampe gagar otak gimana, kalo sampai parah banget sampe masuk rumah sakit gimana, kalo sampai…….”
“Allyssa Saufika Umari. Please deh yah. Buang jauh jauh fikiran loe yang konyol ituh. Gak segitunya juga kali Fy, gue Cuma pusing kok.” Ucap Shilla.
“Bagus deh Shill, eh yah. Kakak anggota PMR yah ???” Tanya gadis tomboy yang berdiri santai sedari tadi itu kepada senior mereka yang sedari tadi hanya diam melihat keakraban Shilla cs.
“Iyah, kenapa de ???” Tanya Rahmi penasaran.
“Gak papa sih kak, habis kakak disini sih. Pakai baju PMR lagi.” Ucap Agni santai.
“Ckckck, sifat ngelucu loe keluar lagi yah Ag. Heran gue. Temen-temen gue lebay’nya setengah mati.” Ucap Shilla seraya menepuk jidat yang membuat dirinya meringis kesakitan.
“Makanya jangan sok. Udah tahu jidat loe habis di cium bola basket, malah di tepuk J.” Ucap Sivia ngakak.
“Rese loe.” Tanggap Shilla cepat. Sedangkan senior mereka hanya berdiri diam seraya geleng-geleng kepala melihat kelakuan adik kelasnya yang konyol itu.
“Yaudah, kita cabut yuk. Loe udah gak papa kan Shill ???” Tanya Ify kepada Shilla.
“Gak kok. Yaudah. Pergi yuk, bentar lagi ada perkenalan ekskul apa lagi ???”
“Ada Teater sama Ekskul musical kayaknya.” Jawab Agni mewakili teman-temannya.
“Wah, yaudah yuk kita cabut. Jangan sampai ketinggalan. Kak, makasih yah udah bantuin Shilla tadi, makasih juga buat infonya, kita pergi dulu yah kak. Bye kak. Yuk guys.” Ucap Shilla semangat dan wajah berseri seri mendengar jawaban Agni dan langsung menyeret ketiga sahabatnya keluar ruang PMR.
Reaksi: