Text Select - Hello Kitty

Gue Kena Karma - Part 9 (RIFY)

Kamis, 19 September 2013 - Diposkan oleh Indah Nur Amalia di 07.07
Ngaret ??? Menurut gue gak sih, ini itu termasuk udah cepet pake banget tahu :D
sorry yah kalau tambah gaje.
otak lagi gak bisa buat bekerja sama guys.
jadine ya kaya gini hasilnya. hehehe
okeh deh, gak usah basa basi lagi, gue cuma mau bilang HAPPY READING ALL :*
I Hope You like it.
Cekidot !!!

Pemuda tampan ini sedang berdiam diri di kamarnya. Orang tuanya sedang ada keperluan di luar. Dan di rumah ini dia hanya bersama dengan sang kakak. Rio – pemuda ini sedang bermain PS di kamarnya. Sedang asyik asyik’nya bermain, suara sang kakak mengacaukannya.

“Yo, ada yang nyariin tuh di bawah.”

Ucapan sang kakak membuat Rio mau tak mau harus membukakan pintu kamarnya. Soalnya kalau tidak, sang kakak tidak akan pernah pergi dan akan selalu mengetuk pintu sampai ia membukanya. Dan itu membuatnya merasa terganggu. Maka dari itu, mau tak mau Rio harus membukakan pintu untuk sang kakak.

“Ada apa sih kak. Ganggu aja.”
“Itu di bawah ada yang nyariin kamu. Udah sana turun.”
“Siapa ???”
“Kamu lihat sendiri sana. Kamu bakalan nyesel kalau gak mau turun.”
“Ish. Main rahasia rahasiaan lagi. Yaudah Rio turun.” Ucap Rio dengan nada malas membuat sang kakak menahan tawanya. Setelah sampai di tangga terakhir, betapa terkejutnya Rio melihat seorang gadis sedang duduk di sofa ruang tamunya. Apa kakaknya tidak salah. Gadis ini mau bertemu dengannya. Sepertinya tidak mungkin.
“Fy.” Sapanya membuat gadis itu memandang kearahnya. Senyum lebar terpetak di bibirnya.
“Hay Yo. Gue ganggu yah.” Lagi lagi Rio mengernyit bingung. Gadis ini benar benar mencarinya.
“Ada apa kesini Fy ??? Mau ketemu mama ???” Tanya Rio tanpa memperdulikan pernyataan gadis di hadapannya barusan.
“Gak. Gue mau ketemu loe kok. Bukan nyokap loe. Lagian gue tahu dari nyokap gue, kalau nyokap bokap loe lagi gak ada di rumah. Jadi buat apa gue nyari mereka. Gue gak ganggu loe kan ???”
“Oh Enggak kok. Terus tujuan loe mau ketemu sama gue apa ???”
“Gak ada apa apa sih. Cuma ada yang mau gue omongin. Mmm, gue mau minta maaf sama loe.”
“Emangnya loe salah apa sama gue ??? Kayaknya gak ada salah deh.”
“Kesalahan gue sama loe banyak Yo. Gue minta maaf buat sikap gue selama ini ke elo. Gue tahu gue salah. Loe mau kan maafin gue.”
“Gue udah maafin.” Jawab Rio datar
“Gak ikhlash banget jawabnya.”
“Ya terus gue mesti gimana ???”
“Yang lembut gitu.”
“Untung juga gue maafin. Dasar banyak maunya.”
“Ish, loe gak ikhlash banget sih. Gue kan udah minta maaf.”
“Gue juga udah maafin.”
“Loe kok makin rese sih Yo.”
“Loe juga makin ngeselin.”
“Ck, ngomong sama loe gak ada habisnya. Yo, gue bener bener minta maaf.”
“Kasih alasan yang jelas kenapa loe minta maaf sama gue.”
“Ya selama ini gue udah jahat sama loe.”
“Terus apalagi”
“Selama ini gue selalu cuek sama loe, gak pernah nganggep loe. Dan selama ini juga gue selalu lebih milih Gabriel dari pada loe. Dan gue baru sadar sekarang kalau loe jauh lebih baik dari Gabriel.”
“Jadi, gue Cuma di jadiin pelampiasan nih, gara gara loe udah tahu sifat Gabriel yang sebenernya.”
“Bukan, bukan gitu. Gue gak pernah jadiin loe pelampiasan kok. Sebenernya gue udah lama tahu sifat Gabriel yang sebenernya. Tapi gue takut kalau loe gak maafin gue. Gue juga baru sadar kalau loe itu lebih segalanya dari Gabriel.”
“Maksudnya ???”
“Gue lebih suka sama kehadiran loe Yo. Dan gue baru menyadari juga kalau gue itu sama sekali gak mengharapkan kehadiran Gabriel. Gue tahu gue salah baru menyadari sekarang setelah udah berbuat kasar sama loe.”
“Terus ???”
“Ya gue pengin banget loe maafin gue.”
“Kan tadi gue udah bilang kalau gue udah maafin loe.”
“Beneran ???”
“Gak.”
“Ish, seriusan Rio.”
“Ya lagian loe dari tadi bilangnya kaya gitu terus.”
“Tapi beneran kan, loe udah maafin gue ???”
“Iya Allyssa Saufika Umari.”
 “Makasih Rio. Makasih banget.” Tanpa sadar. Ify sudah memeluk tubuh Rio yang ada di hadapannya. Rio hanya memasang tampang kaget dengan pergerakan Ify yang sangat tiba tiba ini. Beberapa saat kemudian Ify sadar dan langsung salting sendiri seraya melepaskan pelukannya dari tubuh Rio.

“Maaf Yo. Maaf. Gue tadi Cuma .. Gue gak sengaja Yo.” Ujar Ify pelan seraya menunduk menyembunyikan raut wajahnya yang mulai merona merah.
“Iya gak papa Fy. Santai aja. Justru gue seneng kok. Lumayan, dapet pelukan gratis dari bintang sekolah.” Jawab Rio disertai tawa ringannya.
“Apaan sih.”
“Ternyata loe jauh lebih cantik kalau lagi salting gitu yah Fy.”
“Iya dong. Gue kan emang cantik. Udah cantik, manis lagi. Makannya loe suka sama gue.” Ucap Ify narsis
“Kata siapa gue suka sama loe. ???”
“Kata temen temen gue.”
“Masa ??? Terus siapa lagi ???”
“Gak ada yang bilang lagi.”
“Yaudah. Berarti loe salah.”
“Ish Rio. Udah baikan juga. Masih nyebelin aja.”
“Yang nyebelin siapa. Loe ??? Emang.” Mendengar ucapan Rio, Ify bertambah cemberut dengan menyilangkan kedua tangannya di dada dan menggembungkan kedua pipinya.
“Jelek banget kalau lagi kaya gitu.”
“Ish, gue itu dalam keadaan apapun tetep cantik tahu. Gini gini juga loe suka sama gue.”
“Berharap banget sih gue suka lagi sama loe. Gabriel mau di kemanain ???”
“RIO. Kan gue udah bilang. Gabriel sama gue itu sekarang gak ada hubungan apa apa lagi. Dan gue gak akan mau berhubungan lagi sama dia. Dia itu ngeselin.”
“Jadi sekarang, loe lebih milih gue nih ceritanya.” Goda Rio.
“Siapa bilang ??? Ada cowo yang lebih baik kok, dari loe.”
“Oh. Pasti cowo yang sekarang tinggal di rumah loe.” Jawab Rio sinis.
“Maksudnya ???”
“Ada cowo kan di rumah loe ?? Siapa dia ?? cowo loe ?? Sampe di ijinin tinggal bareng lagi di rumah loe.”
“maksudnya Cakka ???”
“Iya mungkin.” Ucap Rio dengan nada malas.
“Iya Yo, dia yang gue maksud.”
“Ooh. Yaudah loe pulang sana. Gue mau istirahat.” Ujar Rio dengan nada malas dan membuat Ify ingin tertawa mendengarnya.
“Kok ngusir ???”
“Ya mau ngapain lagi loe disini. Gak ada yang penting lagi kan. Yaudah loe pulang aja. Gue juga mau istirahat.”
“Marah gara gara Cakka yah.” Tebak Ify bermaksud menggoda Rio.
“Bukan kok.”
“Tapi dari nada suara loe, loe marah sama gue setelah gue cerita tentang Cakka.” Rio masih tetap diam membuat Ify ingin tertawa sekeras kerasnya. Pasti cowo ini cemburu dengan Cakka, sepupunya sendiri. Pikirya geli.
“Mau tahu Cakka siapa ???”
“Gak penting.” Jawab Rio ketus.
“Yakin nih gak mau tahu ??? Gue gak akan ngasih tahu kedua kalinya loh Yo. Cuma ini harapan loe supaya loe tahu siapa Cakka.”
“Siapa dia ???”
“Tuh kan bener. Loe cemburu kan ???”
“Siapa juga yang cemburu.”
“Terus apa dong ???” Goda Ify
“Loe mau ceritain gak.” Ucap Rio sebal karena gadis di hadapannya selalu menggodanya.
“Hahaha. Oke deh gue kasih tahu. Cakka itu sepupu gue. Makanya dia boleh tinggal di rumah gue. Dia itu habis pulang dari Australia. Katanya sih mau ngelanjutin study kuliahnya disini.”
“Kuliah ???”
“Iya, dia beda 1 tahun sama kita. Makanya dia balik ke sini buat ngurusin persiapan kuliahnya itu.”
“So ???”
“Gue sama dia itu sepupuan. Dan gue gak mungkin jadian sama dia.” Rio langsung tersenyum lebar mendengar penjelasan Ify yang terakhir ini. Akhirnya gak ada saingan lagi. “Bahagia banget kayaknya. Kenapa ???” Goda Ify lagi.
“Bahagia lah. kan gue jadi gak punya saingan lagi buat ngedapetin loe.” Rona merah di wajah Ify muncul kembali membuat Rio tertawa pelan seraya mengacak acak rambut Ify penuh sayang.

Mereka tersenyum bahagia. Tidak menyangka jika akhirnya seperti ini. Apalagi dengan perubahan gadis cantik ini. Ify. Rio benar benar merasa bahagia sekali. Dia berjanji dalam hatinya harus mendapatkan pujaan hatinya ini. Sebenarnya dia tidak pernah bisa menghilangkan perasaannya kepada Ify. Karena itu pula dirinya amat sangat senang karena gadis ini mau datang ke rumahnya untuk meminta maaf kepadanya dan jujur dengan perasaanya sendiri. Sepertinya usaha Rio selama 4 bulan ini tidak sia sia. Dan itu membuatnya senang.

***************
Hari ini semua siswa siswi SMA Star dikejutkan dengan sepasang muda mudi yang berjalan masuk ke dalam lingkungan sekolahnya. Rio dan Ify lah yang membuat semua siswa maupun siswi menjadi diam seribu bahasa saat mereka lewat di hadapannya. Hanya memasang mimik wajah kaget dan cengo melihat mereka berdua. Bukan hanya karena mereka berjalan beriringan memasuki sekolah, tapi juga tadi mereka berangkat bersama. Rio yang mengendarai motornya dan Ify yang duduk di boncengannya. Dan yang lebih mengagetkan lagi adalah, setelah turun dari motor Rio, Rio dan Ify langsung bergandengan tangan seraya tersenyum sangat manis terhadap lawannya.

Begitu pula dengan ketiga sahabat Ify. Mereka yang tadi tidak sengaja bertemu di koridor sekolah dan melihat Rio dan Ify yang berangkat bersama menjadi heran. Padahal yang mereka tahu selama ini mereka tidak pernah akur. Awalnya memang Rio yang mengejar ngejar gadis itu. Tapi setelah beberapa bulan, ganti Ify yang mengejar ngejarnya. Dan memang mereka akui, bahwa Ify selama ini selalu mencari perhatian Rio. Bahkan seluruh warga sekolah sudah mengetahui bahwa Ify mempunyai perasaan special untuk Rio. Ify telah terkena KARMA karena perbuatannya sendiri.

Akhir akhir ini gadis itu memang selalu menunjukkan perasaannya kepada Rio secara gak langsung. Sampai seluruh warga sekolah sudah mengetahui bahwa Ify menyukai Rio. Dan mereka juga tahu masalah Gabriel dan Ify di pantai. Awalnya mereka menganggap perasaan suka Ify kepada Rio hanya untuk pelampiasan dia aja karena gagal bersama Gabriel. Tapi mereka salah. Buktinya gadis itu siap menanggung malu saat sedang mencari perhatian Rio di depan teman temannya.

FLASHBACK ON !!!

Saat ini Rio sedang makan bersama Zahra di kantin hanya berdua tanpa Alvin – sahabat Rio. Ify langsung saja duduk di kursi sebelah Rio dan menaruh makanan pesananya di meja kantin. Membuat kedua pasang mata itu menatapnya dengan pandangan heran. Sepasang mata pertama memandanganya dengan tatapan bingung, sedangkan sepasang mata kedua memandanganya tajam seperti ingin melenyapkan gadis itu hidup hidup.

“Kenapa.” Tanya Ify pada kedua orang yang ada di sebelah dan di hadapannya.
“Ngapain loe duduk di situ. Gak ijin pula.” Jawab Zahra sinis dan menatap tajam Ify. Sedangkan Rio hanya melihat dan mendengarkan pertengkaran adu mulut yang akan terjadi pada kedua gadis cantik di hadapannya.
“Kursi ini emangnya punya loe ???” Tanya Ify sinis dan tajam.
“Berapa tahun loe sekolah disini. Pertanyaan macam apa itu.”
“Loe gak bisa jawab ??? Gimana bisa loe sekolah di Amerika yang katanya anaknya jenius semua. Pertanyaan gampang aja loe gak bisa jawab.”
“Loe mau nyari masalah sama gue ???”
“kalau iya emangnya kenapa ??”
“Gak usah sok manis deh loe. Ngerasa oke aja loe.”
“Gue emang oke. Kenapa ?? Loe pengin kaya gue ??”
“Pengin kaya loe ? Sorry, itu bukan gue banget. Gue sama loe itu udah kaya langit dan bumi. Gue princess yang cantik jelita. Dan loe, princess buruk rupa.”
“Maksud loe apaan.” Bentak Ify tidak terima dengan perkataan gadis yang duduk di depan Rio.

Rio yang sedari tadi diam langsung kaget karena bentakan Ify, dia menolehkan kepalanya melihat keadaan sekitar. Ternyata semua murid SMA STAR sedang menatap kearah mejanya dengan pandangan berbeda beda. Rio mengalihkan pandangannya menatap wajah gadis di sampingnya, raut wajahnya terlihat sekali jika ia sedang marah.

Tapi pemuda tampan ini juga tidak tega melihat kedua gadis itu menjadi tontonan gratis oleh semua teman temannya, adik kelasnya maupun kakak kelasnya yang berada di kantin sekolahnya. Dengan ragu dia mengusap lembut punggung gadis itu bermaksud untuk menenangkan. Rio kira, ia akan mendapat amukan dari Ify. Tapi gadis itu malah mengatur nafasnya yang tadi tidak beraturan dan membiarkan tangannya mengusap punggung gadis itu.

“Udah Fy tenang. Disini banyak orang, emangnya loe gak malu dilihatin sama seluruh penghuni sekolah kita.” Ucapnya setengah berbisik dan membuat Zahra menjadi tambah kesal. Bukannya gue yang harusnya ditenangin, malah gadis perusak itu. batinya sebal seraya memandang Ify dengan tatapan membunuh.
“Makasih yah Yo. Gue gak suka lihat loe berduaan sama dia disini. makanya gue kesini. Kalau ada Alvin disini mungkin gue gak akan ikut duduk disini.” Ucapnya membuat Rio kaget.
“Maksudnya ???”
“Iya, gue cemburu Rio.”
“Cemburu Fy ?? Bukannya …”
“Sekarang gue ngaku sama loe. gue sekarang udah mulai suka sama loe, jadi jangan salahin gue kalau tiap loe berduaan sama dia, gue bakalan gangguin loe berdua.” Ucap Ify. “Dan buat loe, gue saranin jangan terlalu deket sama Rio. Kalau sampe itu terjadi, gue gak akan segan segan buat bikin perhitungan sama loe. Ngerti.” Lanjutnya yang kali ini ia tujukan khusus untuk Zahra.

Setelah berkata demikian, Ify langsung meninggalkan kantin. Meninggalkan 2 manusia yang menatapnya masih dengan tatapan tak percayanya. Dan membuat seluruh penghuni sekolah menjadi bingung dengan pernyataan yang ia ucapkan tadi. Gadis itu sedang membuat pernyataan telak di depan semua penghuni sekolah. Ify’pun sadar dengan yang apa yang ia lakukan. Gak ada cari lain lagi untuk menunjukkan bahwa ia mulai menyukai Rio, makanya Ify bertindak seperti ini. Biarkan saja seluruh warga sekolah mengetahui bahwa ia mulai menyukai pemuda yang dulunya mengejarnya. Toh memang benar bahwa sekarang ia mulai menyukai pemuda itu.

FLASHBACK OFF !!!

Begitulah seorang Allyssa. Gadis cantik itu sepertinya udah benar benar menyadari bahwa dia memiliki perasaan special kepada pemuda tampan yang dulu mengejarnya. Seorang Allyssa yang dulunya selalu cuek kepada pemuda yang bernama Mario Stevano sekarang malah tergila gila dengannya. Gadis ini benar benar kena Karma. Tapi dia beruntung. Karena Rio masih memiliki perasaan kepadanya. Kalau sampai pemuda itu benar benar melupakannya, mungkin sikap yang dulu selalu ia tunjukkan kepada gadis cantik ini malah terbalik, gadis cantik inilah yang akan berusaha buat mendapatkan cinta dari seorang Mario Stevano.

Rio dan Ify masih bergandengan tangan memasuki area sekolah menengah atas tersebut. Dan warga sekolah masih saja memperhatikan mereka dengan pandangan bingung. Tapi sepertinya kedua insane ini Nampak tidak perduli dengan tanggapan beberapa orang yang mereka lewati. Mereka tetap berjalan menuju ke arah kelas. Setelah tiba di kelas Ify, sahabat sahabat gadis itu langsung menghampiri mereka.

“Wait wait. OMG. Loe berdua beneran berangkat bareng ???” Tanya Sivia lebay.
“Iya kenapa ???”
“Fy, loe gak panas kan ??? Loe udah ngaku sama Rio yah. Atau jangan jangan loe berdua udah jadian lagi.” Cerocos Shilla masih setengah kaget dengan makhluk Tuhan di hadapannya.
“Belum kok. Emang kelihatannya kita udah jadian ???”
“Iya. Tuh buktinya tangan loe berdua aja gak mau lepas.” Ucap Agni. Refleks mereka berdua melepaskan genggaman tangannya dan salting sendiri.
“Ciyeee yang salting.”
“Apaan sih. Udah ah, loe bertiga kayaknya bahagia banget habis godain gue.” Ucap Ify kesal seraya memandang tajam kearah sahabat sahabatnya. Sedangkan Rio sedari tadi hanya diam seraya mendengarkan percakapan oleh keempat gadis cantik di hadapannya.
“Hehehe. Tapi kita seneng Fy. Akhirnya loe mau minta maaf sama Rio. Gak gengsi lagi kaya dulu.” Ucap Agni
“bener banget tuh. Kaya gini kan enak dilihatnya. Gak kaya kemarin kemarin. Loe masih aja sok jaim gitu di depan Rio. Padahal di dalam hati loe yang paling dalam telah tumbuh benih benih cinta kepada seorang Mario Stevano.” Ucap Shilla yang membuat kedua sahabatnya ngakak di depan Ify.
“Rese loe bertiga.”
“Hahaha.”
“Mmm, Fy. Gue ke kantin dulu yah.” Ucap Rio
“Kok ke kantin.”
“Tadi pagi gue belum makan. Laper.”
“Mau gue temenin gak.” Tawar Ify yang membuat ketiga sahabatnya menggodanya kembali dan dibalas pelototan oleh Ify. Tapi mereka bertiga malah menahan tawanya melihat ekspresi sahabatnya yang satu itu.
“Gak usah deh. katanya loe ada ulangan. Belajar aja sana.”
“So Sweet.” Koor Shilla, Sivia dan Agni.
“Apaan sih loe bertiga. Ish, bisa diem gak sih. Sebel gue.”
“Tuh Yo, anak orang loe bikin sebel. Loe sih, Ify kan mau nemenin loe, malah gak di bolehin. Jadi sebel kan dia’nya.” Ucap Sivia yang membuat Ify membelalakan matanya dan membuat Rio tersenyum lebar.
“Siviaaa, gue bukan sebel karena itu. loe rese banget sih.”
“Terus sebel kenapa dong ??? Ah yah gue tahu, loe pasti sebel karena loe mau pisah sama Rio kan ??? Loe pengin berduaan terus sama Rio kan ???” Goda Shilla.
“Udah ah, loe bertiga ngeselin banget. Udah yuk Yo kita ke kantin aja. Gue belajar disana aja. Lagian masih banyak waktu kok sebelum bel masuk bunyi.”
“Ciyeee yang gak mau pisah.”
“Ish, udah ah. Yuk Yo.” Ajak Ify seraya menarik tangan Rio menjauh dari ketiga sahabatnya dan membuat ketiga sahabatnya tertawa terbahak bahak melihat reaksi sahabat mereka yang satu ini. Sedangkan Rio hanya pasrah di tarik Ify setelah sebelumnya berpamitan kepada ketiga sahabat dari gadis yang sedang menariknya sekarang.
“Beneran mau nemenin gue makan ???” Tanya Rio seraya berjalan beriringan dengan Ify menuju kantin.
“Iya emang kenapa ??? Loe gak suka ??”
“Siapa juga yang gak suka kalau setiap mau makan itu ditemenin sama princess sekolah yang ngeselinnya minta ampun kaya loe.”
“Ish, loe itu mau muji gue atau mau ngejelekin gue sih. Awalnya doang yang enak.”
“Emang gitu kan. Loe itu ngeselin.”
“Loe jauh lebih ngeselin. Udah di temenin makan bukannya bilang makasih malah jelek jelekkin gue.”
“Bukannya loe sendiri tadi yang minta ???”
“Yaudah, gue gak jadi nemenin loe.” Ujar Ify kesal seraya berbalik bermaksud untuk kembali ke kelas. Tapi Rio menarik lengannya dan langsung memeluknya. Ify kaget dengan perlakuan Rio, dia hanya diam tanpa membalas pelukan hangat Rio.

Ify mengedarkan pandangannya ke penjuru sekolah, banyak siswa maupun siswi yang melihat ke arahnya. Mereka menatap dirinya dengan pandangan yang berbeda beda. Tapi kebanyakan dari tatapan itu adalah tatapan yang tidak menyenangkan. Melihat itu, gadis cantik ini menepuk punggung Rio bermaksud untuk menyadarkan pemuda yang sedang memeluknya ini. Tapi Rio tidak memperdulikan kelakuannya, dia semakin mengeratkan pelukannya kepada gadis cantik ini.

“Yo, ini sekolah.” Gumam Ify seraya menepuk nepuk punggung Rio semakin keras berusaha untuk menyadarkan pemuda ini.
“So ??” Bisik Rio di telinga Ify.
“Banyak yang ngelihatin Rio. Lepasin gue.”
“Bukannya loe dulu sempet mempermalukan diri loe sendiri karena gue ??? Jadi buat apa sekarang loe malu, biarin aja mereka menatap kita. Toh, mereka juga udah tahu, kalau loe sekarang punya perasaan sama gue.”
“Tapi ini sekolah Yo. Kalau ada guru yang ngelihat gimana ???”
“Biarin aja. Kita berdua di hukum sama sama.”
“Sejak kapan loe gila seperti ini hah. Lepasin gue atau gue gak akan pernah ngomong lagi sama loe.”
“Kalau gue menganggap ucapan loe barusan cuma sebagai candaan gimana ???”
“Gue gak main main.”
“Ikut gue.” Rio melepaskan pelukannya dan langsung menarik lengan Ify seraya berlari menjauh dari tempat itu. Rio berlari kearah ruang music dan masuk ke dalam diikuti oleh Ify, setelah mereka masuk, Rio langsung menutup pintunya.
“Ternyata loe takut sama ancaman gue tadi. Ck.” Ucap Ify kesal karena baru saja di tarik oleh Rio yang membuat lengannya memerah.
“Gak.”
“Terus ??”

Tanpa menjawab pertanyaan Ify, Rio kembali memeluk Ify yang membuat gadis di hadapannya tersentak kaget untuk kedua kalinya, tapi ify hanya diam menunggu pemuda ini menjawab pertanyaannya.

“Gue gak bermaksud kurang ajar sama loe. Loe tahu ?? Ini adalah salah satu keinginan gue sejak dulu, yaitu bisa memeluk loe tanpa harus mendapat penolakan dari loe. Dan gue juga gak tahu alasan apa sampai gue nekad memeluk loe di depan anak anak tadi.” Ify masih diam mendengarkan penuturan Rio. Tapi tak bisa dipungkiri hatinya amat sangat senang mendengar penuturan Rio barusan. Ternyata perasaan pemuda ini kepadannya masih sama seperti dulu.

“Dan alasan gue karena udah lancang menarik loe itu, karena tadi gue lihat di belakang loe ada kepala sekolah yang sedang melakukan pemeriksaan. Makanya gue langsung narik loe sebelum kita bener bener di sidang sama kepsek.”
“Gue gak ngerti harus ngomong apa.”
“Apa loe seneng dengan perlakuan gue ini ???”
“Gak tahu.”
“kenapa gak tahu ??? Cukup rasakan keadaan hati loe sekarang, dan loe akan tahu jawabanya.”

Ify hanya diam setelah mendengar ucapan Rio yang terakhir. Dia memejamkan matanya seraya menikmati pelukan Rio, kedua tangannya terangkat dan membalas pelukan Rio. Kepalanya ia sandarkan ke bahu Rio. Hatinya menjerit bahagia. Dan itu membuktikan bahwa ia bahagia dengan perlakuan Rio sekarang.

Mereka masih menikmati saat saat indah tersebut. Kedua insane ini larut dalam kebahagiaan yang sudah lama mereka inginkan. Bahkan mereka sampai lupa tujuan awal mereka untuk ke kantin. Rio melupakan rasa laparnya, dan Ify melupakan ulangan Fisika’nya di jam pertama hari ini.

Tapi kebahagiaan mereka terpaksa harus berhenti karena bunyi dentingan bel yang berasal dari speaker sekolah. Mereka langsung melepaskan pelukannya dan baru menyadari apa yang terjadi di antara mereka. Dan keduanya langsung mengalihkan pandangannya kearah lain karena salah tingkah dibuatnya.

“Mmm, sorry Fy. Gue gak bermaksud.”
“Gue juga minta maaf, gara gara gue loe jadi gak sarapan.”
“Gak papa. Tiba tiba gue udah gak mood lagi buat makan. Yaudah sekarang kita ke kelas. sekali lagi sorry, gara gara gue juga loe jadi gak belajar buat ulangan nanti.” Ucap Rio seraya berjalan menuju ke kelas Ify dengan menggenggam tangan Ify lembut setelah sebelumnya membuka pintu ruang music yang letaknya tidak jauh dari kelas XI.
“Gue udah belajar kok tadi malam.”
“Bagus deh. Sukses yah buat ulangannya.”
“Thanks Yo.”

Setelah sampai di kelas Ify, gadis cantik itu langsung masuk ke dalam kelasnya setelah sebelumnya memberikan senyum termanisnya kepada pemuda yang saat ini sedang singgah di hatinya. Rio hanya membalas dengan senyuman lagi dan berlalu menuju ke kelasnya. Senyum masih terukir di bibir keduanya. Hari ini memang hari yang paling menyenangkan untuk keduanya.

Penantian seorang Mario Stevano selama 4 bulan ini tidak sia sia, dia bisa mendapatkan bintang yang selama ini ia kejar. Gadis cantik yang menjadi primadona di sekolahnya. Sekarang, gadis itu sudah bisa menerima dirinya apa adanya. Bahkan sampai sekarang pun belum ada yang tahu siapa MARIO STEVANO yang sebenarnya, termasuk gadis itu. Walaupun hubungan keduanya sudah dekat, tapi belum ada status yang jelas di antara keduanya.

Rio masih menunggu saat yang tepat untuk meminta bintangnya menjadi miliknya, dan ia berharap bisa memiliki bintang itu untuk selamanya. Perasaan senang sedang menyelimuti hati pemuda tampan yang satu ini. Sepanjang perjalanan menuju ke kelasnya, senyum yang terukir di bibirnya masih ia tunjukkan. Hatinya sedang sangat bahagia sekarang. Dan ia berharap perasaan bahagia ini akan menyelimutinya selamanya. Bersama dengan seorang gadis cantik bernama, Ify.

Selesai sudah part 9 ini.
gue jamin ceritanya makin gaje kan ??? Iyadeh gue ngaku.
gue cuma butuh LIKE and COMMENT loe semua.
jangan jadi silent readers yah kawan :D
thanks for readers :*
Reaksi: