Text Select - Hello Kitty

Short Story - Because a Difference of Age (RIFY)

Selasa, 05 April 2016 - Diposkan oleh Indah Nur Amalia di 23.07
Because a Difference of Age
Ify menatap wajah tampan di hadapannya dengan tatapan menyelidik. Di hadapannya sudah ada lelaki tampan yang berdiri dengan patuhnya menghadap kearahnya dan kedua tangan yang ditautkan di depan tubuhnya. Ify menyipitkan matanya seraya berjalan mondar-mandir dengan kedua tangannya yang ditautkan di depan dada.
“Jawab yang jujur sejujur-jujurnya Mario.” Tegas Ify.
“Gue udah jawab jujur, pulang kuliah kemarin gue beneran ada rapat BEM.”
“Kalau emang ada rapat BEM, kenapa temen gue bisa liat loe bersama seorang cewe. Naik motor berdua dan pegangan.”
“Selesai rapat gue memang nganterin Shilla pulang. Cuma nganterin, gak ada niat lain.”
“Gue gak percaya.”
“Loe memang gak pernah percaya sama gue.”
            Ify hanya mendengus mendengar jawaban laki-laki di hadapannya. Dia masih mondar-mandir di hadapan Mario, masih belum puas dengan jawaban yang diberikan oleh laki-laki itu.
            Mario adalah junior Ify di kampus. Mereka memang berada di kampus yang sama, tetapi berbeda jurusan. Mario ada di jurusan Manajemen, sedangkan Ify berada di jurusan Biologi. Tidak ada yang spesial dalam hubungan mereka berdua. Hanya senior dan junior yang saling menyukai tetapi tidak bisa bersatu karena ketakutan umur.
“Loe cemburu ??” Tanya Rio kemudian.
“Enggak. Biasa aja.”
“Yaudah, terus apa yang salah ?? Gue Cuma nganterin Shilla doang karena kemarin rapatnya sampe jam 9 malem. Gak tega gue ngebiarin dia pulang sendiri di jam segitu.”
“Gak tega ?? Apa karena loe suka ??”
“Pertanyaan loe selalu membuat gue berpikiran kalau loe cemburu.”
“Nyatanya gue gak cemburu.”
            Rio hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Dia merasa pusing dengan perempuan di hadapannya. Ify, lengkapnya adalah Ify Saufika Kiran. Perempuan yang sudah ia sukai sejak semester pertama hingga sekarang dia berada di semester tiga. Perempuan itu merupakan seniornya. Dia bertemu dengan Ify saat dia sedang menjalani Ospek pertama perkuliahan. Wanita itu menjadi panitianya saat itu.
            Sampai saat ini, dia selalu berusaha untuk meluluhkan hati perempuan di hadapannya. Tetapi sangat susah mengingat perbedaan umur mereka yang berselisih 1 tahun. Dia sudah mengejar perempuan di hadapanya sudah 1 tahun lebih. Sampai sekarang dia tidak mendapatkan kepastian apapun dari perempuan itu.
“Terus mau loe apa ??”
“Jawaban jujur dari loe.”
            Rio mendengus kesal. Dia memang masih bersabar menghadapi sifat keras kepala perempuan yang dia sukai ini. Tetapi jika secara terus menerus dibuat seperti ini, laki-laki mana yang akan diam saja mendapat pertanyaan menyudutkan seperti itu.
“Gue sekarang nanya sama loe. Kenapa loe gak pernah percaya sama gue ?? Sedangkan gue berusaha untuk selalu percaya sama loe. Gue juga selalu memberikan jawaban jujur sama loe, tapi loe gak pernah ngerespon baik penjelasan gue.”
“Banyak yang bilang loe ada hubungan sama Shilla.”
“Siapa yang bilang ??” Rio meninggikan suaranya karena terlalu kesal dengan pernyataan perempuan di hadapannya. “Hampir seluruh mahasiswa kampus semuanya tahu, kalau gue Mario Stevano itu sangat mencintai Ify Saufika dan mereka juga tahu kalau gue udah mengejar loe dari semester awal gue kuliah. Hampir seluruh mahasiswa kampus juga tahu, kalau gue selalu mendapat penolakan dari Ify Saufika Kiran.”
            Alyssa hanya diam saja menanggapi pernyataanya. Dia jadi gemas sendiri dengan perempuan di hadapannya. Bagaimana lagi supaya perempuan di hadapannya menjadi terbuka perasaan Ify untuk dirinya. Dia menunggu momen itu. Tapi sampai sekarang belum ada respon apapun dari wanita itu.
“Sekarang ini loe boleh memberi kepastian sama gue Fy. Gue akan bersedia menerima semua respon apapun dari loe. Gue siap mendengarnya..”
“Bukan itu yang mau gue bahas.”
“Sekarang gue lebih tertarik membahas ini.”
            Rio menatap tajam mata perempuan di hadapannya. Entah apa yang membuat dirinya bisa begitu mencintai perempuan ini. Di penglihatannya, Ify adalah perempuan dengan sejuta pesona. Dia aja yang baru mengenal perempuan itu saat hari pertama langsung jatuh cinta padanya. Entah apa yang membuatnya mendapatkan cobaan yang begitu berat hanya untuk mendapatkan perempuan itu.
“Kenapa sampai sekarang loe gantungin gue Fy ?? Udah gak terhitung berapa banyaknya gue menyatakan perasaan gue sama loe dan udah banyak juga gue mendapatkan penolakan dari loe.” Ujar Rio dengan matanya yang masih menatap dalam ke mata Ify.
“Perbedaan umur kita Yo.”
“Kenapa ?? Loe malu pacaran sama junior loe sendiri ?? Memang apa yang dipermasalahin sama hal itu. Diluar sana banyak yang seperti kita Fy.”
“Bukan hanya itu.”
“Gue tahu, loe lagi nunggu pangeran loe dateng kan ?? Cinta masa lalu loe.” Ujar Rio secara cepat dan langsung menimbulkan respon cepat Ify.
“Enggak. Gue gak pernah nungguin dia lagi.”
“Lagi ?? Kesimpulannya loe pernah menunggu. Gue gak pernah mempermasalahkan status kita seperti apa Fy dari dulu sampai sekarang. Yang buat gue gak bisa nerima itu, loe selalu menggantungkan gue. Loe hanya bilang kalau loe gak bisa nerima gue karena perbedaan umur. Selama ini loe gak pernah ngungkapin perasaan loe yang sebenarnya.” Rio tersenyum miring kemudian membuang nafasnya secara kasar. “Siapa Gabriel ??”
“Dia Cuma masa lalu gue.”
“Masa lalu yang sampai sekarang masih berhubungan ??” Rio tersenyum sinis. “Ini salah loe yang selalu menggantungkan perasaan gue Fy. Kalau loe bisa menolak gue dengan tegas sejak awal hubungan ini gak akan pernah ada. Gue gak akan mengejar loe sampai seperti ini.”
“Sekarang ini kita lagi gak bahas itu Rio. Pertanyaan gue sebelumnya belum loe jawab, ada hubungan apa antara loe sama Shilla.” Tanya Ify berusaha mengalihkan pembicaraan.
Rio hanya tersenyum sinis seraya menatap wajah cantik di hadapannya. “Kenapa loe selalu gak suka setiap kali gue deket sama cewe ?? Sedangkan loe dibebaskan untuk dekat dengan laki-laki manapun. Ini gak adil untuk gue kan Fy ??”
“Karena gue gak punya hubungan apapun sama cowo-cowo itu, sedangkan loe selalu punya hubungan sama setiap cewe yang dekat sama loe.”
“Gak punya hubungan loe bilang ?? Loe menuduh gue punya hubungan sama semua cewe dan loe membela diri dengan mengungkapkan kalau loe gak ada hubungan apapun sama cowo-cowo itu ??”
“Memang itu kenyataannya Mario.”
“Loe memang wanita unik Fy. Ini salah satu faktornya yang membuat gue gak bisa jauh dari loe dan selalu membuat gue gak bisa pergi gitu aja dari hidup loe.”
Alyssa menatap ke dalam mata hitam Mario. “Hubungan loe sama Shilla apa ??”
“Hubungan yang lebih dari sekedar temen. Puas ??”
Rio mengalihkan pandangannya pada jam tangannya kemudian berujar kembali. “Gue ada kelas di jam ini. Gue harus pergi ke kelas sekarang. Gue duluan.”
            Rio mengambil tas ranselnya kemudian memakainya dan berjalan meninggalkan Ify seorang diri di loby kampus. Dia berjalan dengan wajah menunduk dan tangan yang terkepal yang ia taruh di depan tubuhnya supaya tidak terlihat oleh Ify. Dia memejamkan matanya erat untuk menghalau rasa tidak asing yang lagi-lagi merasuki tubuhnya.
“Gue sekarang masih bertahan berdiri di tempat gue Fy. Gue gak tahu apakah posisi gue akan berubah seiring berjalannya waktu atau menetap terus dengan posisi seperti ini.”

**********
Reaksi: