Text Select - Hello Kitty

Gue Kena Karma - Part 19

Senin, 03 Maret 2014 - Diposkan oleh Indah Nur Amalia di 06.34
hallo semuanyaaaaaa :
maklum orang sibuk, hahaha sok sibuk banget gue ..
okeh guys, gue mau ngelanjutin cerbung gaje gue ...
semoga kalian tetep suka sama cerbung gue ini yaaaaa :D
i hope you like this story guys :*
#maaf kalau banyak typo :D


Part selanjutnya :)

Dua gadis cantik ini sekarang sedang berada di depan gerbang yang menjulang tinggi keatas. Mereka masih berada di dalam mobil. Menunggu sang satpam rumah megah itu membukakan pintu gerbangnya untuk mengijinkan tamunya memasuki wilayah majikannya. Shilla dan Ify – dua cantik ini menatap bangunan di depannya dengan ekspresi berbeda. Shilla hanya memasang wajah datar dan Ify mengernyit bingung melihat bangunan megah di depannya.

     Bukannya tadi sahabatnya - yang sekarang sedang berada di sebelah kananya – berbicara jika dia akan berkencan dengan pemuda itu ??? Mengapa dia malah membawanya kemari ??? Itulah yang jadi pertanyaan Ify sedari tadi. Tapi gadis yang sekarang sedang focus menyetir memasuki rumah megah itu hanya memasang wajah datar sedatar datarnya.

“Shilla.Loe gak salah kan ngajakkin gue ke sini ???”
“Gak.”Jawab Shilla santai.
“Ini rumah gue Shill. Ini mah namanya bukan mau kencan sama Rio. Tapi loe mau nganterin gue pulang. Kalau mau nganterin pulang, kenapa gak turunin gue didepan aja ?? Kenapa harus masuk segala.” Dumel Ify
“Gue lagi baik hati. Makanya gue nganterin loe tepat di depan pintu rumah loe.”

     Ify hanya mendengus sebal. Jadi benar gadis ini hanya mau mengantarnya pulang. Lantas, mengapa tadi dia berkata jika ada kencan dirinya dengan Rio ??? Kalau hanya pulang ke rumahnya, dirinya juga bisa naik taksi. Tidak perlu di antar segala. Tapi Ify akhirnya menurut. Dia menatap rumahnya. Ify langsung tersentak kaget begitu melihat keadaan rumahnya.

“Oh God.Ini kenapa rumah gue gelap begini.”
“Kalau mau tau, mendingan loe turun dan cek ke dalam. Siapa tahu aja ada maling masuk ke rumah loe.”
“Maling??? Shilla, loe jangan bercanda. Satpam depan rumah gue masih melek matanya.Gak mungkin dia gak lihat maling masuk. Loe bikin gue merinding tahu gak.”
“Yaudah makanya loe turun. Atau mau gue panggilin polisi buat nemenin loe masuk ke rumah loe sendiri ??? Siapa tahu aja ada maling beneran. Jadi tuh maling bisadi tangkap langsung sama polisi.”
“Loe gila sejak kapan deh Shill. Jangan jangan karena cinta loe gak di tanggepin lagi sama cowo pujaan hati loe yang gila itu. Makanya loe jadi ikut ikutan gila.”
“Intinya gue lebih peka daripada loe.”
“Whatever.Yang gue tanyain sekarang adalah … tadi loe bilang katanya gue bakalan kencan sama Rio. Kenapa gue di bawa pulang Shillaaaaa.” Teriak Ify membuat gadis cantik di sebelahnya menutup kedua telingannya rapat rapat.
“Loe turun dengan terhormat atau gue tarik loe secara paksa untuk turun.” Desis Shilla kesal karena gadis di sebelahnya terus menerus mengomel tidak jelas.
“Temenin dong Shill.” Pinta Ify dengan nada memelas.
“Ogah.Loe turun sekarang.”
“Fine. Gue loe End.” Teriak Ify dan langsung keluar dari mobil gadis itu dan menutupnya secara kasar. Membuat Shilla tertawa penuh kemenangan. Dan dengan santainya, gadis itu kembali melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah Ify.
“Shilllaaaaa, awas aja loe. Cissh, tuh anak bener bener ninggalin gue. Ini adalah hari tersial yang pernah gue alamin. Udah ulang tahun gue gak ada yang inget, Rio menghilang dari pagi, sahabat sahabat gue yang rese’nya minta ampun, dan sekarang, rumah gue kaya belum bayar listrik satu tahun. Semua lampu benar benar mati.” Dumel Ify.

     Sejujurnya Ify takut dengan suasana seperti ini. Mending rumahnya penuh dengan lampu walaupun harus membuat matanya rusak daripada lampunya mati semua seperti ini. Ify hanya berjalan mondar mandir didepan rumahnya. Bingung mau masuk atau tidak. Dia juga sedikit merasa terganggu dengan tebakan sahabatnya yang rese itu. Ada maling di rumahnya.

“Shilla sih, pake bilang ada maling segala. Gue kan jadi takut sendiri. Gue minta bantuan sama satpam aja kali yah. Biar kalau beneran ada maling, tuh maling bisa langsung di pukul pake tongkatnya.”
“Ify. Loe bener bener gila. Mana mungkin. Gue harus masuk. Tenang Ify tenang.” Ucap Ify seraya menyemangati dirinya sendiri agar mau masuk ke rumahnya.

     Dengan langkah ragu, ify melangkah mendekati pintu utama rumahnya itu. Melangkah pelan tapi pasti, sekarang dia berada di depan pintu utama itu. Dengan ragu, dia memegang pintu rumahnya dan memutarnya pelan. Setelah berhasil terbuka dia hanya menganga kaget dengan keadaan rumahnya yang benar benar di sulap menjadi tempat yang …

“Surprise.” Teriak semua orang yang berada di dalam rumahnya. Kemudian, lampu lampu dirumahnya menyala dengan indahnya. Bukan hanya warna putih, tapi lampu warna warni dengan balon yang mengitari lampu itu dengan sempurna.

     Ify masih terdiam di depan rumahnya. Dia benar benar tidak menyangka akan mendapat kejutan seperti ini. Banyak tulisan tulisan di tembok rumahnya dan dalam tulisan itu ada nama dirinya yang berarti pesta ini benar benar di tujukan untuknya. Ify kembali melihat kearah sebelah kanan, dimana teman temannya sedang memegang terompet yang siap dibunyikan jika sudah waktunya.

     Shilla. Gadis itu ada di tengah tengah kerumunan. Bukannya tadi anak itu pulang ke rumahnya ??? Mengapa sekarang bisa berada di dalam rumahnya ??? Sahabat sahabatnya juga ada disana. Bukannya Agni dan Via bilang kalau mereka ada janji dengan pacar masing masing untuk bermalam minggu di luar ??? Mengapa sekarang bisa berada di sini juga ???“Happy birthday my sweetie.” Teriak Shilla, Agni dan juga Sivia.
“Kalian …Kok bisa ada di sini ???”
“Ya bisa dong, kan khusus buat sweet seventeen loe. Masa kita gak ngerayain sih.” UcapAgni.
“Apaan loe. Bilang aja baru inget sekarang. Loe juga Shill, bukannya tadi loe udah pulang ???” Tanya Ify seraya menatap ketiga sahabatnya yang sedang berdiri tak jauh dari tempat dirinya berdiri sekarang.
“Iya dong, Shilla gitu loh. Hahaha. Lagian yah Fy. Kita itu gak lupa sama hari ulang tahun loe, bahkan kita udah inget dari beberapa hari yang lalu. Tapi ada seseorang yang nyuruh kita ngelakuin hal ini.”
“Seseorang ??? Siapa ???”
“Ehem.” Deheman seseorang berhasil membuat Ify mengalihkan perhatiannya dari ketiga sahabatnya yang sedang tersenyum seraya menatap dirinya.

Ify melirik ke sumber suara. Dan lagi lagi dia di buat kaget. Disana telah berdiri pangerannya yang sejak pagi tadi menghilang entah kemana. Bukan hanya kaget dengan itu, tapi dengan pakaian yang Rio kenakan sekarang. Mengapa warna dan pernak pernik baju dia bisa kembar dengan yang di pakai sama gue ??? Itulah yang ada di fikiran Ify sekarang. Berkali kali dia melihat pakaian Rio dan kembali melihat ke pakaian yang ia kenakan sekarang.

Rio memakai pakaian serba putihnya. Kemeja berwarna putih, jas berwarna putih, dan celana yang berwarna putih. Tentunya dengan menggunakan sepatu berwarna putih juga. Dengan di bagian dua garis tengah bajunya terdapat pernak pernik mengkilau yang sama dengan yang ada di gaun Ify. Ify memakai gaun tanpa lengan berwarna putih, dan di bagian bawah rok’nya bergelombang, memakai sepatu higheels berwarna putih juga. Rambutnya ia biarkan tergerai. Sangat cantik.

“Happy birthday my angel. One miracle for me from the God, It’s you, Ify. Happy sweet seventeen my dear. Wish you all the best.”

     Ify tersentak kaget melihat Rio yang yang sekarang sedang berdiri di hadapannya. Dan entah mengapa, pemuda itu malam ini begitu … keren, tampan, cool, cute, sweet, and others. Ify sampai di buat terbengong bengong malam ini, benar benar hari yang indah yang pernah ada di kehidupannya. Ify langsung mencabut kata katanya tentang hari ini adalah hari sial baginya. Itu salah besar, yang benar adalah hari ini adalah hari yang paling membahagiakan untuknya.

“Jangan bengong terus cantik. Semuanya pada ngelihatin loe.”
“Rio.” Ify langsung menghambur memeluk Rio erat. Dan entah mengapa, air matanya turun begitu saja. Bahkan isakannya pun dapat terdengar oleh Rio. Rio langsung membelai rambut Ify pelan serta mencium puncaknya berkali kali berusaha memberi ketenangan untuk gadis itu.

     Rio mengalihkan pandangannya kearah teman temannya yang lain, mereka semua melotot ke arahnya. Seakan akan mereka mengucapkan kalimat  ‘Awas aja kalau rencana ini gagal Cuma gara gara loe, gue bunuh loe’ dan itu membuat Rio cengar cengir gaje menatap teman temannya. Bahkan orang tuanya dan orang tua Ify juga memberi peringatan kepadanya.

“Hey, kok nangis ??? Loe gak suka sama semua ini ???”
“Gak, bukan itu. Tapi gue bahagia banget. Gue kira loe semua gak ada yang inget sama hari ulang tahun gue. Loe juga, sama sekali gak ngasih kabar dari pagi. Bikin gue khawatir tahu gak.” Ify mempererat pelukannya. Dia menangis di bahu Rio.
“Ciyeee yang khawatir.” Celetuk Alvin membuat Ify menatap tajam Alvin, sedangkan yang di tatap hanya nyengir kuda dan tangannya membentuk huruf ‘V’.
“Lagian kita itu gak bakalan lupa sama hari ulang tahun loe. Cuma gara gara bocah satu ini aja kita ngelakuin hal ini.” Ujar Shilla santai membuat Ify menatapnya dengan pandangan ingin tahu’nya.
“Loe tahu gak Fy, kenapa Rio ngilang seharian ini.” Tanya Sivia. Ify langsung melepaskan pelukannya dan menatap sahabatnya yang satu itu tanda ia ingin tahu.
“Dia itu nyiapin semua ini. Bahkan dia rela loh buat bolos pelajaran hari ini.” Ucapan Agni membuat Ify menatap Rio dengan seksama. Air matanya tidak turun lagi. Kemudian dia beralih menatap ketiga sahabatnya lagi.

“Jangan bilang loe bertiga bantuin Rio buat ngerjain gue dan pura pura lupa sama hari ulang tahun gue.” Ketiga sahabatnya hanya nyengir. Dan Ify langsung memukul Rio tanpa ampun.
“Aduh Fy, ampun ampun. Ini beneran sakit Fy. Aduh.” Teriak Rio seraya meringis kesakitan karena Ify memukulnya terlalu keras. “Loe berhenti atau gue cium loe di depan anak anak.” Ancamnya membuat Ify berhenti memukul Rio.

Rio mengusap usap bagian tubuhnya yang terasa panas akibat pukulan dari gadis dihadapannya. “Emang loe berani ?? Coba aja kalau loe emang berani cium gue didepan anak anak.” Tantangnya membuat Rio melotot kaget. Gadis ini terlalu meremehkan.

“Okeh. Jangan salahin gue kalau mereka semua pada godain loe nantinya. Loe siap ???”Tanya Rio seraya memegang bahu Ify erat, Ify hanya menelan ludahnya dengansusah payah.
“Rio.”
“Kenapa??? Udah gak sabar ??? Gue itung mundur Fy. Dan siap gak siap loe harus siap. Tiga… “ Ify bergerak mundur untuk menghindari tatapan mata Rio.
“Dua.” Ify memejamkan matanya kuat kuat. Dia sudah tidak bisa menghindari pemuda itu lagi. Cengkramannya terlalu kuat, membuat gadis ini tidak bisa bergerak.

     Ify semakin memejamkan matanya kuat kuat karena hembusan nafas hangat Rio sudah menyentuh wajahnya. Ify masih dalam posisi seperti itu, hingga dia menyadari jika hitungan pemuda itu dari angka dua ke satu jaraknya terlalu jauh. Perlahan dia membuka matanya dan pemandangan teman temannya yang sedang tertawalah yang pertama kali ia lihat. Pemuda itukemana ???

“Ciyeeee Ify. Yang ngarep dicium sama Abang Rio. Ciyee ciyeee.” Goda hampir semua orang yang berada di rumahnya. Merona lah muka Ify. Ify sangat malu sekaligus kesal karena pemuda itu mengerjainnya di depan teman temannya.
“Awas aja loe Rio. Kalau ketemu, gue buang loe ke laut.” Desis Ify pelan.
“Gue denger bego.” Ify langsung membalikan tubuhnya, di hadapannya sudah berdiri Rio yang dengan santainya memasukkan kedua tangannya ke saku celanannya.
“Loe. Kelaut aja loe sana.” Teriak Ify kesal seraya mendekati Rio. Tapi Rio langsung berlari dan bersembunyi di belakang mama’nya. Disana telah berdiri orang tua Rio dan … orang tuanya. Oh God. Pemuda itu benar benar penuh kejutan.
“Mama, Papa.” Teriak Ify dan langsung menghambur memeluk kedua orang tuanya erat. Dan orang tua Ify dengan senang hati membalas putri tunggal mereka dengan lembut dan penuh kasih sayang.
“Mama sama papa kok gak bilang sama Ify kalau mau pulang sih. Ify kan bisa jemput mama sama papa di bandara.” Ucap Ify seraya melepas pelukannya.
“Tenang Fy, tadi juga ada yang menjemput kok. Tuh, calon suami kamu.” Ucap Mama Ify seraya menunjuk Rio - yang sekarang berdiri di samping papa’nya - dengan dagunya. Rio hanya tersenyum senang seraya mengerling nakal kearah Ify yang kesal karena ulahnya tadi.
“Mama apaan sih. Siapa juga yang mau punya suami yang rese’nya tingkat dewa kaya dia.Di hari ulang tahun aku aja, dia masih bikin aku kesel mah. Dia udah ngerjain aku habis habisan hari ini. Tadi juga.” Ucap Ify manja seraya memeluk mama’nya.
“Dasar cewe manja.” Sindir Rio santai.
“Apa loe bilang ???” Tanya Ify murka.
“Cewe manja. Kenapa ??? Loe gak terima ??? Emang kenyataannya gitu kan.”
“Tuh kan mah. Lihat tuh, Rio rese banget.” Adu Ify pada mama’nya dan langsung menjulurkan lidahnya kearah Rio.
“Bener kok kata Rio Fy. Kamu itu anak papa yang manja.” Rio tertawa penuh kemenangan mendengar ucapan ‘calon ayah mertuanya’ itu.
“Papa kok belain Rio sih, harusnya papa belain Ify dong.”
“Mama juga belain papa sama Rio.”

Ucapan Mama Ify berhasil membuat Ify bertambah kesal. Semua orang berpihak pada pemuda itu. Okeh Fine. Dia juga bakal merebut perhatian calon mertuanya. Apa ?? Calon mertuanya ??? Ify merasa dia sudah gila karena berhubungan dengan pemuda itu. Ify hanya tersenyum geli membayangkan orang tua Rio adalah calon mertuanya. Ify mendekat ke kedua orang tua Rio dengan memasang senyum termanisnya.

“Om,Tante. Apa kabar ??” Tanya Ify sok ramah dengan mencium punggung tangan kedua orang tua Rio, sedangkan Rio hanya mencibir.
“Baik Ify. Kamu cantik sekali malam ini sayang.”
“Iya dong tante. Ify kan emang cantik.”
“Cantik dilihat pake sedotan.” Celetuk Rio membuat Ify menginjak kaki Rio kuat kuat. Rio lagi lagi meringis kesakitan. Sudah beberapa kali gadis cantik itu membuat tubuhnya menjadi biru semua. Menyiksanya tanpa ampun.
“Ish,apaan sih loe. Sakit, Gila.” Dumel Rio yang masih meringis kesakitan.
 “Dasar cowo manja, gitu aja kesakitan. Loe cowo apa cewe sih. Baru di gituin aja udah rengek rengek kaya cewe.”
“Awas aja loe, kalau gak ada orang tua kita, habis loe sama gue.” Desis Rio pelan tepat di telinga kanan Ify dan langsung menjauhkan dirinya.
“Udah udah jangan berantem lagi. Masuk aja yuk. Itu temen temen kamu udah pada nungguin Fy. Kan kasihan mereka kalau gak di perhatiin.” Ucap Mama Ify.

Dengan riang Ify mengangguk dan menggandeng lengan sebelah kiri mama’nya dan lengan sebelah kanan mama Rio seraya memasuki rumahnya kembali. Sedangkan sang papa hanya mengekor di belakangnya bersama dengan calon ayah mertuanya. Rio ??? jangan di Tanya, pemuda itu hanya mengumpat gadis gila itu. Masih meringis kesakitan akibat injakkan Ify yang begitu keras.

“Kalau gini caranya, gue bisa mati karena di siksa terus sama gadis iblis itu. Gila,injakkannya bener bener parah. Kaki gue masih sakit aja.” Dumel Rio seraya berjalan tertatih memasuki rumah Ify.

     Di dalam rumahnya. Semua orang sedang mengililingi gadis yang sedang berulang tahun itu. Di hadapan gadis itu, telah terdapat kue yang berlapis lapis yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk tumpukkan kue yang menjulang tinggi dengan disertai hiasan di tepi kue itu. Di tumpukan kue paling atas, terdapat tulisan Allyssa Saufika yang dibuat dengan sangat indah, sedang lilin angka 17 juga menancap sempurna dibagian atas kue itu.

     Lagu selamat ulang tahun telah dinyanyikan oleh semua orang disertai dengan tepuk tangan yang sangat meriah. Setelah selesai, mereka melanjutkan dengan menyanyikan lagu tiup lilin. Ify tersenyum bahagia melihat itu semua. Teman temannya dan juga beberapa teman terdekatnya yang tidak seangkatan di undang ke rumahnya. Ify tahu, ini semua pasti ulah pemuda itu lagi.

     Entah mengapa, ify merasa menjadi orang paling beruntung di dunia ini sekarang. Memiliki orang tua yang amat sayang kepadanya, memiliki sahabat yang selalu ada untuknya kapanpun ia butuh, mempunyai teman teman yang lain yang selalu mendukungnya, mempunyai kakak sepupu seperti Cakka yang selalu ada untuk melindunginya dan mempunyai pangeran seperti Rio yang selalu membuatnya merasa bahagia jika sudah bersama dengan pemuda itu.“Make awish dulu Fy.” Ucap Cakka menghentikan aksi Ify yang akan meniup lilinya. Dengan cepat Ify membuat permohonan yang berharap bisa terkabulkan. Setelah selesai, gadis ini langsung meniup lilinya dengan cepat.
“Ayo sekarang potong kuenya, loe mau ngasih first cake’nya buat siapa Fy ???” TanyaCakka.

     Ify memegang potongan kue itu dan berjalan kearah orang tuanya. Jelas saja jika kedua orang tuanya yang akan Ify jadikan orang pertama. Karena mereka orang paling special di hati Ify. Kemudian kue yang kedua. Dia berhenti berjalan. Mencari sosok seseorang yang menghilang lagientah kemana.

“Loe nyariin gue yah.” Ucap Rio tiba tiba dengan nada PD dan mendekati Ify.
“PD banget loe.”
“Jelas dong. Kalau bukan buat gue buat siapa lagi tuh kue.”
“BuatG abriel.” Rio tersentak kaget mendengar jawaban Ify. Ify melirik ekspresi pemuda itu setelah dirinya selesai berbicara. Dan Rio hanya diam mematung setelah mendengar jawabannya membuatnya merasa bersalah.
“Ish, mukanya biasa aja. Gue Cuma bercanda doang tahu. Iya ini khusus buat loe. Nih.” Ify menyodorkan sendok yang berisi kue kearah Rio. Tapi Rio hanya diam.

“Buat Gabriel ??? Yaudah kasih aja. Tuh orangnya ada disana.” Ucap Rio kesal seraya menunjuk pemuda yang berhasil membuatnya badmood seketika itu dengan dagunya. Ify hanya mengernyit bingung menatap Rio. ‘Nih cowo ternyata cemburuan banget orangnya. Ck, salah ngomong lagi kan gue.” Batin Ify merasa bersalah.
“Rio. Maaf. Gue kan Cuma bercanda.” Ucap Ify lirih seraya memegang lengan Rio dengan tangan kananya yang kosong karena tangan kirinya memegang sebuah kue  yang berada di atas piring kecil. “Lagian loe kan tahu, kalau sekarang hati gue udah bisa menerima loe sepenuhnya.” Lanjutnya.

Rio menatap mata gadis cantik di hadapannya. “Jangan di ulangi lagi.” Ucap Rio membuat Ify mengangguk dengan cepat dan kembali menyodorkan sendok itu ke mulut Rio dan Rio langsung melahapnya seraya mengacak acak rambut Ify dan tersenyum yang dibalas senyuman manis pula oleh Ify.

“Udah woy acara romantisnya, lupa lagi deh kalau sekarang lagi gak Cuma berdua.” Celetuk Gabriel membuat Rio dan Ify tersadar.
“Ciyee yang lagi asyik berdua. Sampe lupa kalau kita semua ada di sini.” Sindir Agni dengan nada kesal.
“Kita Cuma jadi patung bergerak deh disini.”
 “Hehehe, maaf guys.” Jawab Ify malu seraya mengusap tengkuknya canggung. Rio mengkodei teman temannya lewat arahan tangannya. Teman temannya yang lain langsung mengangguk paham.

     Tiba tiba lampu padam. Hanya menyisahkan beberapa lampu warna warni yang memenuhi ruang itu. Ify mengedarkan pandangannya berusaha menatap orang orang yang masih berada di sekitarnya. Tapi pemuda itu menghilang lagi. Oh God. Kenapa pemuda itu selalu menghilang di saat yang tidak tepat ??? Ify melihat jika semua orang sudah memegang balon ditangan masing masing. Ify mengernyit bingung. Ini kenapa semuanya pada megang balon ??? Pikirnya.

     Beberapa saat kemudian, Ify mendengar suara seseorang. Suara seseorang yang sangat dikenalnya. Lagi lagi Ify mengedarkan pandangannya berusaha mencari sumber suara itu. Dilihatnya Rio yang sedang berjalan kearahnya. Pemuda itu sedang membawa gitar kesayangannya dan memetiknya lembut. Ify hanya diam karena tidak mengerti apa yang dilakukan oleh pemuda itu.

“Special for you Allyssa Saufika Umari, my dear” Ujar Rio seraya memetik gitarnya sebagai intro lagunya. Kemudian mengalunlah suara merdua milik Rio. Ify hanya terdiam di tempat. Begitupun semua orang yang hadir di sini. Mereka tidak menyangka, seorang Mario Stevano ternyata memiliki suara yang sangat lembut dan merdu. Pemuda itu juga amat sangat keren malam ini. Membuat semua kaum hawa menahan nafas saat mendapat senyuman dari seorang Mario.

Andai engkau tahu
Bila menjadi aku
Sejuta rasa di hati

Lama tlah ku pendam
Tapi akan kucoba mengatakan

ku ingin kau menjadi milikku
entah bagaimana caranya
lihatlah mataku untuk memintamu

ku ingin jalani bersamamu
coba dengan sepenuh hati
kuingin jujur apa adanya dari hati


     Ifytersenyum manis mendengar nyanyian pemuda itu. Rio terus melangkah mendekati Ify dengan gitarnya. Rio juga tersenyum manis seraya menatap mata Ify dalam. Semua orang yang berada di sana hanya memandang kagum mereka berdua. khususnya suara Rio. Hanya beberapa orang saja yang mengetahui jika pemuda itu memiliki suara yang sangat lembut dan merdu. Bahkan Ify pun baru menyadari jika Rio memiliki suara semerdu itu.

Kini yg kau tahu
Aku menginginkanmu tapi takkan ku paksakan
Dan ku pastikan
Kau belahan hati bila milikku


      Pemuda itu sudah berada di hadapannya. Senyum manisnya pun masih terpeta jelas diwajah tampannya. Dan itu membuat semua orang bertambah kagum. Ify hanya diam karena salting di tatap Rio seperti itu. Dia mengerti arti lagu ini. Dan itu membuat perasaannya semakin tergelitik. Perasaan bahagia sedang menyelimuti hatinya. Seperti ada ribuan kupu kupu yang mengelilingi hatinya.

ku ingin kau menjadi milikku
entah bagaimana caranya
lihatlah mataku untuk memintamu

ku ingin jalani bersamamu
coba dengan sepenuh hati
kuingin jujur apa adanya dari hati


     Pemuda itu menyudahi nyanyiannya dengan sangat sempurna. Tepuk tangan pun menjadi penutup dari apa yang dilakukan pemuda itu. Rio menaruh gitarnya di sofa dan kembali kearah gadis yang menjadi perhatiannya selama ia bernyanyi tadi. Tangannya mengenggam kedua tangan milik gadis itu yang masih tersenyum malu.

“Ngerti sama lagu ini ???” Tanya Rio lembut. Ify hanya mengangguk tanda ia mengerti dengan lagu yang baru saja dinyanyikan oleh pemuda itu.
“Terus???” Tanya Rio dengan perasaan gugupnya menunggu respon dari gadis cantik itu. Kedua tangannya di genggam lembut olehnya.
"Mmm ...."

Itu dia part 19'nya guys ..
jelek kan ?? Gue selalu jawab emang #fakta
wkwk, yaudah seperti biasa aja deh ..
thanks for readers, dan jangan lupa tinggalkan jejak ..
I'm waiting your COMMENT and LIKE #jangan jadi pembaca gelap guys.
Reaksi: