Text Select - Hello Kitty

Queen in SMA Batavia - Part 4

Minggu, 10 Maret 2013 - Diposkan oleh Indah Nur Amalia di 19.22

Pulang sekolah Shilla langsung ke rumah dan menuju ke kamar Rio. Dilihatnya Rio yang sedang tidur masih dengan selimut yang menyelimuti dirinya. Shilla mendekat ke arah Rio dan memegang dahi Rio “Panas, tapi udah mendingan sih daripada yang tadi malam.” Ujar Shilla. Kemudian dirinya duduk di pinggir ranjang Rio dan melihat Rio yang sedang tidur.
“Maafin gue yah Yo, gue minta maaf banget sama loe. Maafin gue sekali lagi, gue janji gak akan berbuat kaya gitu lagi.” Gumam Shilla
                Kemudian Rio bangun dari tidurnya dan langsung melihat Shilla yang sedang menunduk di pinggir ranjang.
“Kenapa loe. lemes gitu.” Ujar Rio
“Rio (melihat Rio). Loe udah bangun. Yo, maafin gue dong. Gue janji deh gak akan berbuat kaya gitu lagi sama semua orang. Gue janji bakalan berubah. Maafin gue Yo.”
“Iya iya. Gue udah maafin loe kok. Gak usah nangis gitu lagi. Masa Queen wanna be nangis Cuma gara-gara mengakui kesalahannya sama gue ???”
“Rese’ loe, orang lagi serius di ajak bercanda. Loe udah sembuh ???”
“Lumayan sih, gue udah mendingan kok. Shill, loe mau bantuin gue gak.”
“Bantuin apa ??? Gue mau kok bantuin apa aja yang loe suruh.”
“Beliin Chitato dong Shill. Bikinin kue sus juga. Setelah loe udah nglakuin itu gue mau deh maafin loe.”
“Ada maunya. Gue gak bisa bikin kue Sus tahu, kalau beli Chitato nah gue bisa. Tapi kan loe dilarang sama nyokap loe supaya loe gak makan chitato lagi.” Ucap Shilla seraya mengingat.
“Ayo lah Shil, gue pengin banget makan itu. Loe beli kue Sus deh. Gue lagi pengin makan. Loe mau di maafin gue gak ??? (Shilla mengangguk). Yaudah makanya loe harus nurutin apa yang gue mau. Beliin Chitato sama kue sus sekarang.” Ucap Rio
“Iya deh, bentar gue beli dulu yah. Bye.” Pamit Shilla seraya keluar kamar Rio.
“Ify sama Gabriel kok gak ada kabar sih, mana gak nengokin gue lagi, rese nie. Gue telfon aja kali yah.” Mengambil  Handphone dan menelefon Ify
YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY
                Dua insan yang sedang menikmati pemandangan alam di laut terganggu karena ada panggilan yang masuk di Handphone sang gadis. Sementara si pria masih tetap menikmati indahnya alam.
“Siapa yang nelefon ???” Tanya sang pria.
“temen, bentar yah aku angkat dulu.” Ucap sang gadis seraya menjauh dari sang pria dan menekan tombol hijau di Handphone’nya.
“Halo Yo, ada apa ???” Sahut Ify
“Kamu kok gak ngejengukin aku sih sayang. Aku kan tadi gak berangkat ke sekolah. Masa kamu gak kangen sama aku ???” Tanya suara di seberang
“Aku lagi sibuk nie. Mama sama papa mau ngadain syukuran gitu di rumah, jadi aku mau bantuin mama sama papa beres-beres buat acara itu.” Dusta Ify
“Oh, kamu lagi bantuin mama ??? yaudah deh, lanjutin lagi. Maaf yah sayang, aku ganggu.”
“Iya gak papa, besok aja yah ketemunya. Bye sayang.” Ucap Ify buru-buru menutup telefonya dan kembali ke tempat sang pria.
“Siapa sih. Terus kenapa nelefon kamu ???” Tanya sang pria
“Temen, katanya mau belajar kelompok gitu. ya aku kan lagi sama kamu, makanya aku batalin aja.” Dusta Ify lagi.
“Oh, yaudah kita nikmatin pemandangan lagi aja yah sayang.” Ucap sang pria disetujui anggukan dari Ify seraya merangkul Ify
YYYYYYYYYYYYYYYYYYY
                Beberapa jam kemudian, Shilla kembali dari toko seraya membawa bungkusan yang berisi Chitato dan kue sus sesuai permintaan Rio, kemudian dia langsung menaiki tangga dan langsung menuju ke kamar Rio.
“Nie, pesenan loe. udah kan gak ada lagi.”
“Iyah J. Thanks yah Shil. Loe udah gue maafin sekarang.” Ujar Rio seraya mengambil bungkusan yang telah di bawa Shilla dan membuka Chitato dan memakannya (?).
“Iyah. Rese loe ah. Gak ada yang lebih bagus lagi apa suruhannya. Gak papa deh yang penting loe udah maafin gue.”
“Loe bener-bener udah tobat ???” Tanya Rio
“Iyah. Gue janji gak akan ngelakuin itu lagi. Sorry yah, atas perbuatan gue yang kemarin, gue emang salah. Gue jahat banget sama loe. gue udah nyuruh orang buat hajar loe 2x. gue minta maaf yah Yo.” Gumam Shilla lirih seraya menundukkan kepalannya,
“Iyah. Udahlah, ngapain loe sedih gitu. gue udah maafin loe kok. Beneran deh. Loe gak usah nginget-nginget lagi. Gue gak papa kok. Justru gue berterima kasih sama loe. karena gue jadi mikir kalau gue belajar Silat sama karate itu gak menjamin hidup gue bakalan selamat dari preman atau orang jahat, pelajaran buat gue juga sih.” Terang Rio tersenyum manis.
“Makasih yah loe udah mau maafin gue.” Sahut Shilla tersenyum manis.
“Iyah sama-sama. Duduk sini, temenin gue makan.” Ujar Rio menunjuk tepi ranjang.
“Iyah deh.” Shilla duduk di tepi ranjang tepatnya di sebelah Rio.
SKIP !!!
                Beberapa hari kemudian. Selama beberapa hari ini Shilla dan Rio semakin akrab. Dan Rio jadi jarang bertemu dengan kekasihnya, Ify. Entah kenapa setiap kali Rio mengajak jalan Ify selalu aja ada alasan yang mengakibatkan pertemuannya menjadi batal. Semakin hari hubungan Gabriel dan Sivia juga menjadi sangat dekat dan di antara keduannya timbul benih benih cinta.
                Hubungan Shilla dengan Gabriel juga semakin membaik dan akhirnya mereka berdua sekarang berteman. Sekarang gak ada Queen yang sombong kaya dulu, yang ada adalah Queen yang ramah, dan baik hati serta suka menolong teman. Hubungan Agni dan cakka juga sekarang bertambah baik. Semakin hari cinta mereka semakin besar saja.
                Pulang sekolah Shilla dan Rio memutuskan untuk langsung pulang ke rumah. Biasanya jika mereka pulang sekolah mereka selalu menghabiskan waktu di kedai ice cream.
“Kok gak beli ice cream dulu sih, gue kan pengin ice cream Yo.” Sungut Shilla seraya duduk di sofa.
“Gue capek tahu, ntar sore aja, gue anterin deh. Gue anterin loe kemana aja deh. Sekarang gue mau istirahat dulu yah. Capek banget.” Keluh Rio
“Bener yah. Janji mau Menuhin keinginan gue. Ok, ntar sore loe harus mau anterin gue ke suatu tempat.” Ujar Shilla
“Iya iya, gue anterin. Gue ke kamar dulu.” Pamit Rio seraya menuju kea rah kamar.
SKIP !!!
                Sore harinya, Shilla sudah bersiap ingin membangunkan Rio di kamarnya. Dia ingin menagih janji Rio padanya.
“Rio bangun, loe udah janji mau nganterin gue kan sore ini, buruan bangun.” Teriak Shilla
“Iya iya, bentar lagi. 5 menit lagi.” Sahut Rio lirih
“Gak, pokoknya loe harus bangun. Loe milih bangun atau gue siram pake air. Buruan.”
“Iya iya. Ihh, loe tuh bisanya Cuma ngancem doang. Yaudah gue mau mandi dulu. Keluar sana.”
“Ok, awas loe kalau loe gak bangun, gue bener-bener bakalan nyiram loe pake air.” Ancam Shilla
“Iyah. Udah sana keluar.” Usir Rio dan Shilla pun keluar kamar Rio setelah menutup pintu kamar Rio.
SKIP !!!
                2 insan ini telah berada di dalam mobil. Sang pria sudah bersiap untuk menyalakan mesin mobilnya. Sedangkan sang gadis telah duduk manis di sebelah jok kemudi.
“Kita mau kemana sih Shill ???” Tanya sang pria geram karena sedari tadi sang gadis disebelahnya tidak mau memberitahu tujuan mereka.
“Nanti gue kasih tahu, tapi jalan dulu.” Suruh gadis di sebelahnya.
“Ashilla Zahrantiaraaaa, loe jangan gila deh. Gue yang ngemudiin nie mobil. Jadi gue harus tau kita mau kemana. Kalau misalkan gue ngarahin nie mobil ke pantai sedangkan mau loe ke cafĂ© Rise kan gak searah non. Harus puter balik lagi. Buruan bilang.”
“Iya iya. Ternyata loe lebih cerewet dari nyokap gue tahu gak. Gue  mau ke bukit. Loe anterin dong.” Pinta Shilla dengan muka memelas.
“Nah gitu kek dari tadi.” Ucap Rio seraya berkonsentrasi dalam mengemudikan mobilnya.
                Selama perjalanan keadaan mobil Rio tidak hening seperti biasanya karena ada gadis disebelahnya yang selalu mengajak dirinya bercanda. Yang ada dalam mobil itu hanya keceriaan dan tawa oleh kaum adam dan hawa itu.
                Beberapa saat kemudian mereka telah sampai di bukit yang diminta oleh sang gadis. Setelah itu turun dan langsung menuju kea rah bukit setelah sang pria berhasil menaruh mobilnya di tempat yang seharusnya dan aman.
“Ngapain sih kita kesini. Kalau malam baru bagus nie pemandangan disini. Sore-sore begini mana bagus.” Keluh sang pria seraya duduk di rerumputan.
“Ihhh, bagus tahu. Bentar lagi juga ada sunset disini, kelihatan lebih jelas dan indah disini. Kalau perlu kita sampai malam disini biar bisa menikmati lampion lampion yang akan nyala nanti.”
“Sembarangan. Besok tuh sekolah. Pikiran loe pergi mulu. Inget yah. Bentar lagi mau semesteran. Nilai loe jelek pasti gue yang disalahin.” Ujar Rio sedikit nyolot.
“Kok loe yang disalahin ??? Kan nilai gue yang jelek, ada-ada aja deh.” Ujar Shilla bingung.
“Iya lah gue yang disalahin. Nyokap bokap loe nyuruh gue buat ngajarin materi yang loe gak ngerti. Dan kalau sampe nilai loe jelek gue bakalan disalahin sama bonyok gue.”
“Huh, terserah loe deh. Jadi orang itu jangan terlalu pinter Yo.”
“Heh, kenapa ???” Tanya Rio bingung.
“Ya jangan ajah. Ntar lama-lama loe bisa jadian sama buku. Gak lucu dong. Ketua ekskul musical jadian sama buku.” Canda Shilla.
“Bercanda mulu loe. jalan-jalan kesana yuk. Gue pengin lihat pemandangan bawah ini.” Ajak Rio seraya berdiri dari duduknya.
“Yaudah.” Setuju Shilla seraya mengikuti langkah Rio.
                Mereka berdua berjalan beriringan menyusuri jalanan bukit. Pemandangan indah pun terlihat oleh mereka berdua. Mereka terus berjalan sesekali diselingi candaan yang diperbuat Rio maupun Shilla. Tetapi seketika itu juga Rio memberhentikan langkahnya melihat kaum adam dan kaum hawa yang sedang duduk berdua seraya berangkulan layaknya seorang kekasih. Melihat Rio yang memberhentikan langkahnya, Shilla juga memberhentikan langkahnya.
“Kenapa Yo ???” Tanya Shilla bingung.
                Bukannya menjawab pertanyaan yang dilontarkan Shilla, Rio malah melangkahkan kakinya menemui 2 insan yang sedang duduk dengan mesranya itu. Seketika itu juga emosi pria ini langsung memuncak melihat gadisnya yang sedang bermesraan dengan pria lain.
“Bagus yah. Jadi ini yang kamu lakuin di belakang aku.” Ujar Rio yang membuat mereka berdua kaget.
“Ri… Rio. Ka… ka kamu ngapain disini ???” Tanya gadisnya gugup dan langsung melepaskan rangkulannya.
“Gak usah mengalihkan pembicaraan. Dia siapa ??? Jadi ini yang membuat kamu susah banget dihubungin dan susah banget buat diajak pergi berdua ???” Bentak Rio.
“Santai dong bro. jangan kaya gitu sama cewe gue. Seenaknya aja loe bentak-bentak cewe gue.” Ucap pria itu seraya mendorong pelan pundak Rio.
“Loe tadi bilang apa !!! dia cewe loe, jangan mimpi loe.”
“Heh, gue tuh gak mimpi. Loe tuh bego  banget sih jadi cowo. Udah tahu ini itu di dunia nyata. Pake bawa-bawa mimpi segala.” Ujar pria itu sinis.
“Fy, kamu tuh kenapa sih. Apa salah aku coba. Aku tuh gak pernah ngecewain kamu Fy, tapi kenapa kamu selingkuh di belakang aku. aku salah apa ???”
“Maafin aku Yo, sekarang aku udah gak cinta lagi sama kamu. Aku udah gak sayang kamu lagi. Kamu ngebosenin tahu gak. Aku udah gak ada rasa apa-apa lagi sama kamu.” Ujar Ify santai.
“Fine. Sekarang kita putus. Aku janji aku gak akan ganggu kamu lagi. Makasih buat satu tahun ini.” Ujar Rio seraya berlari ke arah mobil dengan perasaan kecewa.
                Sedangkan sang gadis yang sedari tadi melihat pertunjukkan itu pun langsung geram dan langsung menghampiri 2 insan itu setelah Rio pergi tentunya.
“Loe jahat banget yah Fy, padahal loe tahu kalau Rio itu sayang banget sama loe. loe gak ngehargain perasaan dia banget tahu gak. Loe dengan seenaknya jadian sama nie cowo padahal status loe masih pacaran sama Rio. Loe jahat banget tahu gak. Jangan pernah ganggu Rio lagi. Dan gue jamin sama loe Rio gak akan pernah ganggu hubungan loe sama nie cowo.” Bentak Shilla seraya menyusul Rio ke mobil.
“Yo, loe gapapa ???” Tanya Shilla khawatir
“Gak papa Shill. Cuma kecewa aja.” Jawab Rio masih terlihat santai.
“Sekarang kita pulang aja yah. Loe istirahat dulu ajah.”
“Yaudah.” Ujar Rio seraya memasuki mobilnya.
SKIP !!!
                Keesokan harinya di rumah Rio. Hari ini adalah hari libur untuk seluruh pelajar karena hari ini adalah hari minggu. Terlihat seorang gadis yang sedang menyiapkan sarapan pagi untuk dirinya dan untuk Rio. Sedangkan seorang pria turun dari kamarnya menyusuri anak tangga dengan muka ditekuk, sepertinya pria ini sedang dilanda perasaan galau. Kemudian sang pria langsung duduk di sofa ruang keluarga.
“kenapa muka loe Yo. Kusut amat ??? Masih inget kejadian tadi malam ???” Tanya Shilla tanpa mengalihkan pandangannya dari alat penggorengan yang lagi di aduk.
“Gak. Gue gak enak badan aja. Kalau masalah tadi malam mah udah gue lupain. Ngapain juga mikirin cewe yang bisanya Cuma nyakitin doang kaya dia.” Jawab Rio seraya tiduran di sofa.
“Loe yakin gak papa ??? (mendekat kearah Rio setelah mematikan alat penggorengan yang tadi digunakan untuk memasak). Muka loe pucet banget Yo. Loe sakit yah ???” Tebak sang gadis.
“Gak. Gue gak papa kok.” Gumam Rio masih dengan posisi tidur.
                Gadis yang ada di hadapannya sepertinya tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh sang pria, terbukti kan kalau dirinya mendekat kearah sang pria seraya mengulurkan tangan kananya kearah dahi sang pria. Panas. Itulah yang langsung dirasakannya setelah dirinya menyentuh dahi sang pria.
“Tuh kan bener. Loe sakit. Aduhh, loe ngapain aja sih sampe sakit gini. Bentar gue ambil kompresan dulu.” Ucap Shilla seraya menjauh tanpa memberikan sedikit waktu untuk Rio untuk menjawabnya.
“Ternyata loe bawel juga yah. Belum gue jawab langsung nyelonong aja. Dasar J.” Gumam Rio disertai senyuman manisnya.
                Beberapa saat kemudian Shilla kembali dengan membawa kain dan mangkuk berisi air panas. Kemudian dirinya langsung mengompres Rio. Perasaan yang tiba-tiba menyergap hati sang gadis saat dirinya sedekat ini dengan sang pria membuat dirinya tak percaya. Perasaan apa ini ??? mengapa dirinya sangat nyaman berada di dekat pria ini ???
“Hey, kenapa ngelamun. Kesambet baru tahu rasa loe.” Ujar Rio tiba-tiba.
“Apaan sih. (salting) Mendingan loe pindah ke kamar loe deh. Daripada loe tambah sakit disini.”
“Bantuin dong. Lemes nie gue.” Ujar Rio seraya bangkit dari tidurnya.
“Iyah iyah. Yaudah Yuk.” Ucap Shilla seraya memapah Rio menuju ke atas, tepatnya ke kamar Rio.
                Setelah sampai di kamar Rio, gadis ini langsung membaringkan Rio di kasurnya. Kemudian mulai mengambil selimut dan menariknya hingga menutupi tubuh Rio.
“Loe belum makan kan ??? Gue ambilin dulu bentar yah.” Tawar Shilla seraya beranjak dan berjalan secara cepat supaya cepat keluar dari kamar Rio.
“Gue kenapa sih. Kenapa perasaan gue kaya gini ??? Masa iya gue jatuh cinta sama Rio. Ahhh, gak mungkin. Ini pasti Cuma perasaan sesaat. Iyah.” Gumam Shilla setelah berada di luar kamar Rio.
                Kemudian Shilla langsung melangkahkan kakinya menuju ke dapur dan mengambil sarapan untuk Rio. Entah mengapa perasaan yang aneh menurutnya mulai menyergap tak menentu. Sifat salting sekarang sering ia tunjukkan ketika berada di sebelah pria itu. Ada apa dengan perasaannya ???
                Shilla membuka pintu kamar Rio dan mendekat kea rah pemuda tampan itu. Kemudian dirinya langsung mengambil tempat disebelah Rio untuk duduk.
“Nie makan dulu biar sembuh.” Suruh Shilla seraya menyuapi Rio.
“Sebelum makan gue pengin Tanya sesuatu sama loe.”
“Tanya apa ???”
“Kenapa loe akhir-akhir ini ???” Tanya Rio
“Kenapa gimana ???” Tanya Shilla balik
“Loe aneh tahu gak. Pertama kali gue nglihat loe, loe adalah gadis yang sombong, angkuh, menyebalkan, suka seenaknya sendiri, suka bikin temen susah. Gak setiakawan, gak punya sopan santun, selalu marah-marah tanpa sebab dan mukulin orang tanpa sebab. Sekarang ….”
“sekarang loe berubah 100 % tahu gak. Loe jadi anak baik-baik, loe perduli sama temen, loe baik banget sama temen-temen loe, loe ramah, loe suka ngebantuin temen yang lagi susah.” Lanjut Rio
“Maafin gue (menunduk). Loe pasti gak mau temenan sama gue kan. Gue kan dulu suka banget bikin loe babak belur gara-gara suruhan gue sama anak buah gue dulu. Loe pasti benci banget sama gue. Loe pasti ……” Ucapan Shilla terhenti ketika ada sebuah jari telunjuk di bibirnya yang menyuruh dirinya untuk mengehentikan ucapannya.
“Gue sama sekali gak benci sama loe. gue malah seneng lagi loe bisa berubah kaya gini. Loe jadi baik banget sama gue. Loe ngerawat gue kalau gue lagi sakit kaya gini. Loe selalu aja bisa bikin gue senyum, loe selalu bikin gue ngerasa gak kesepian. Gue suka sama Shilla yang sekarang …..” Ucapan terakhir Rio membuat Shilla bulshing setengah mati.
“Hahaha :D. loe tersanjung yah denger kata-kata gue. Muka loe sampai merah gitu.” Goda Rio
“Apaan sih. Rese loe. Tapi bener kan, loe gak marah sama gue.”
“Iyah. Gue gak marah sama loe. ngapain juga gue marah. Loe jadi perhatian gini sama gue J.”
“Rio. Apaan sih. Udah ah. Nie makanan loe. makan sendiri sana. Gue mau ke bawah dulu.” Ucap Shilla seraya memberikan makanannya kepada Rio dan dirinya langsung keluar kamar.
“Dasar, gadis yang aneh J. Gue emang beneran suka sama loe yang sekarang Shill. Gue juga  bingung sejak kapan perasaan ini muncul. Tapi gue selalu ngerasa nyaman kalau lagi sama loe.” Gumam Rio setelah itu dia menghabiskan makanannya yang diberikan Shilla.
SKIP !!!
                Beberapa hari kemudian. Seperti biasa Rio dan Shilla berangkat sekolah bareng. Di dalam mobil tidak seperti biasanya. Biasanya mereka berdua selalu bercanda dan tertawa bersama sama. Sekarang mereka malah diam-diaman salting gituh. Rio yang dengan asyik mengemudikan mobilnya. Dan Shilla yang duduk di sebelah kemudi seraya melihat ke jendela. Tapi mata mereka selalu saling melirik satu sama lain. Membuat mereka salting sendiri.
                Setelah sampai di sekolah. Rio dan Shilla langsung turun. Seperti biasa. Banyak yang menyambut kedatangan Queen wanna be ini. Tapi tidak seperti dulu. Shilla yang ramah membuat teman-temannya tambah kagum sama dia. udah cantik, pinter, ramah, baik dan murah senyum. Siapa coba yang menolak senyuman queen wanna be ini.
“Tuh Shilla. Lihat efeknya. Mereka pada pingsan semua tuh.” Ujar Rio bercanda.
“Efek apaan ???” Tanya Shilla bingung.
“Gara-gara mereka loe senyumin. Dengan loe senyum ajah mereka semua pada pingsan gituh. Gimana kalau mereka loe kasih kiss bye yah. Mati kali.” Canda Rio.
“Apaan sih loe. jayus banget bercandanya. Gak ada yang pingsan juga. Udah ah, ke kelas yuk.”
“Hahaha. Yuk.”
                Sepanjang perjalanan. Banyak respons yang diberikan oleh teman-teman Shilla maupun Rio maupun senior dan junior mereka. Ada yang seneng melihat queen wanna be SMA Batavia berubah. Ada yang kagum, ada yang sebel, ada yang sinis, ada yang marah juga karena tidak terima Rio jalan dengan queen wanna be yang sekarang berubah itu. Macem-macem deh pokoknya.
“Bro, makin lengket ajah loe berdua.” Ucap Gabriel menggoda setelah melihat Rio di depan kelas Shilla dan ada Sivia di sebelahnya.
“Apaan sih. Yang ada yang lengket tuh loe berdua.” Bales Rio.
“Kita berdua kan udah …….”
“Rio.”
                Panggilan yang menyebutkan nama Rio itu lagi lagi membuat seorang Gabriel menghentikan kalimatnya. Pria ini menggerutu kesal karena lagi-lagi ucapannya dipotong oleh seseorang yang menyebutkan nama sahabatnya ituh. Kemudian mereka dengan kompaknya mencari sumber suara. Setelah melihat siapa yang memanggil Rio. Mereka melengos.
“Aku pengin ngomong sama kamu.” Ucap seseorang yang memanggil Rio tadi.
“Loe gak tahu diri banget sih jadi cewek. Udah selingkuh masih berani nunjukkin muka sok baik loe ituh. Gak tahu malu loe.” Hardik Gabriel yang tidak terima dengan kedatangan orang itu.
“Yel, maafin gue. Gue ……….”
“Udah deh. mau ngomong apa loe. mau ngomong kalo loe ituh gak salah. Mau ngomong kalo loe sama dia udah jadian. Mau ngomong kalo loe ituh ……….”
“Yel cukup Yel. Jangan ribut disini. Gak enak dilihatin banyak orang.” Ujar Rio menengahi.
“Yo, aku Cuma mau ngejelasin semuanya sama kamu.”
“Gak ada yang perlu dijelasin. Semuanya udah nyata kan di depan mata. Jadi ngapain mesti ngeflashback hidup.  Gak penting tahu gak. Lagian hubungan kita gak lebih dari sekedar teman.” Ucap Rio dingin.
“Yo, aku minta maaf, aku pengin ngejelasin semuanya sama kamu. Tapi gak disini. Please. Berdua ajah.”
“Gue kan tadi udah bilang. Gak ada yang perlu dijelasin. Semuanya udah nyata fy. Hubungan kita sekarang teman. Dan gak bisa seperti dulu lagi.”
“Please Yo, sekali ini aja aku pengin ngomong sama kamu. Setelah itu terserah kamu kalau kamu gak mau nganggep aku lagi.” Ucap gadis itu yang ternyata Ify memohon.
“Yaudah.”
“Bener ??? Kita ketemu di tempat biasa Yo. Aku nunggu disana. Permisi.” Ucap gadis itu seraya pergi.
“Loe ngapain sih masih berhubungan sama tuh cewek Yo.”
“Gue pengin ngelurusin semuanya ajah yel. Gak enak musuhan terus. Yaudah guys. Gue cabut dulu yah.” Ucap Rio seraya pergi ke tempat biasa yang di maksud Ify tadi.
                Ada seseorang yang melihat kepergian Rio dengan perasaan tidak menentu. Shilla. Yaps queen wanna be yang satu ini sangat tidak suka dengan kehadiran Ify di hidup Rio lagi. Dirinya takut jika Rio berurusan lagi sama gadis itu, Rio akan kembali lagi dengan gadis ituh dan Shilla, dia gak akan bisa mendapatkan Rio seperti yang dia mau.
                Yaps. Queen in SMA Batavia ini merasa kalau dirinya benar-benar telah menyukai seorang Mario Stevano. Ketua Musical di sekolahnya. Dirinya juga tidak tahu kepan perasaan ini muncul. Tetapi dengan berjalanya waktu perasaan itu semakin besar. Dan dirinya tidak rela jika Rio kembali lagi dengan gadis masa lalunya itu yang sudah membuat pria itu sakit hati.
“Shill … Shilla. Shilla woy.” Ucap Gabriel membuat Shilla tersadar seketika.
“Eh, ada apa Yel ???” Tanya Shilla gugup.
“Kenapa ngelamun neng, cemburu ???”
“Apaan sih loe Yel. Siapa juga yang cemburu. Ngapain gue cemburu sama Rio. Orang dia Cuma ngomong sama Ify.”
“Shill. Tadi Gabriel gak bilang kalo loe cemburu sama Rio loh. Loe yang nganggep gitu sendiri.” Ucap Sivia ikut ikutan menggoda queen wanna be itu.
“Apaan sih loe Vi. Gue .. gue beneran gak cemburu.” Elak Shilla.
“Cemburu juga gak papa Shill. Sekarang loe udah bagian dari Rio, gue, Sivia. Jadi loe jangan sungkan sungkan buat cemburu. Kita setuju kok loe sama Rio.”
“Bener banget tuh. Loe sama Agni sekarang udah jadi temen gue Shill. Walaupun gue masih nganggep Ify temen gue, tapi gue bener-bener kecewa sama Ify yang udah ngeduain Rio kaya gituh.”
“Thanks yah Sivia. Loe baik banget. gue sama Agni boleh jadi temen loe ???”
“Boleh donk. Sekarang kita sahabatan. Tapi dengan satu syarat.” Ucap Sivia membuat Shilla mengerutkan keningnya bingung.
“Syarat apa ???”
“Loe gak boleh jadi queen wanna be kaya dulu lagi. Shilla yang sombong, Shilla yang nyebelin, Shilla yang sok dan Shilla yang jahat. Ok.”
“Tentu donk. Gue sekarang udah berubah kok. Dan gue akan berusaha jadi lebih baik lagi.”
“karena Rio yah Shill ???” Goda Gabriel lagi.
“Apaan sih. Kok karena Rio. Ini karena gue sendiri kok.”
“Alah. Kata siapa. Hahaha.” Tawa Gabriel yang melihat pipi Shilla merona merah.
“Udah udah. Gak usah godain Shilla mulu. Kasihan kan Shillanya. Ke kelas yuk.” Ajak Sivia.
“Yuk.”
YYYYYYYYYYYYYYYYYYYY
                Di atap sekolah terdapat 2 insan yang sedang meluruskan segala masalah. Dia adalah Rio dan Ify. Mereka hanya berdiri di tepi dan membuat angin berkibaran kearah mereka. Rambut mereka berkibaran terkena angin pagi itu yang menyejukkan badan mereka juga. Kegiatan mereka sedari tadi Cuma ingin berdiri di tepi tanpa ada yang membuka suara.
                Tempat ini merupakan tempat favorit mereka pada saat mereka masih pacaran dulu. Mereka selalu menyempatkan datang keatap sekolah ini untuk mencurahkan isi hati masing-masing dan cerita masalah masing-masing. Mereka selalu bercanda dan romantic saat mereka masih pacaran dulu. Tapi sekarang mereka disini hanya ingin memutuskan hubungan special mereka gara-gara problem mereka yang membuat kedua insan ini harus mengakhiri hubungan mereka.
                Sang gadis hanya menunduk. Dia bingung ingin menjelaskan masalah itu dari mana. Sedari tadi dirinya sedang merangkai kata-kata yang pas untuk di sampaikan kepada pria di sampingnya. Sedangkan sang pria hanya diam menunggu sang gadis membuka suara. Karena yang mempunyai kepentingan bukan dirinya, tapi sang gadis. Jadi dia hanya diam sedari tadi.
“Yo.” Ucap sang gadis membuka suara.
“Akhirnya loe buka suara juga, gue kira loe bakalan gak ngomong sampe pulang sekolah.” Ujar Rio dingin dan cuek.
“Maafin gue karena selama ini gue gak bisa jadi cewek yang baik buat loe. maaf juga karena gue tega ngehianati loe.”
“Gue udah maafin kok.”
“Gue waktu itu gak ada niat buat ngehianati loe Yo. Gue sebenernya masih sayang sama loe. gue terpaksa ngelakuin itu karena gue … gue …”
“Kenapa ???”
“Karena gue bakal pindah keluar negeri. Gue gak akan ke Indonesia lagi. Gue gak akan ketemu loe lagi. Gue gak akan bisa pacaran sama loe lagi. Makanya gue mutusin buat selingkuh dari loe supaya loe bisa benci sama gue dan loe bisa ngelupain gue.” Terang sang gadis membuat sang pria disebelahnya kaget.
“Dan ternyata rencana loe seratus persen berhasil. Gue sekarang benci sama loe dan gue sekarang bisa ngelupain loe.”
“Yo.” Ujar gadis itu serak yang ternyata sudah menitikkan air mata.
“Gue gak butuh disakitin kaya gitu Fy. Gue gak butuh. Kalaupun loe mau mengakhiri hubungan kita loe bilang sama gue. Gue bakal mengakhiri semuanya Fy. Asal itu dengan cara baik-baik. Gak kaya gini. Gue ngerasa, gue gak di anggap sama loe. loe punya masalah tapi loe pendem sendiri. Loe gak mau bagi-bagi sama gue yang jelas jelas cowok loe.”
“Gue minta maaf. Gue gak mau nambah beban loe. kalaupun gue bilang masalah gue sama loe, loe gak akan mudah gitu ajah buat ngelupain gue dan loe pasti bakalan ikut pusing mikirinnya Yo. Dan gue gak mau itu terjadi. Gue udah sering ngerepotin loe. dan sekarang gue gak mau kalau ………..”
“IFY DENGERIN GUE.” Bentak Rio memegang erat bahu Ify untuk menghadap kearahnya.
“Gue cowok loe. gue bukan hanya sekedar teman dan sahabat buat loe. kalau loe nganggep gue cowok loe harusnya loe bisa cerita sama gue dan loe bisa berbagi sama gue. Gue emang gak yakin kalau gue bakalan bisa ngebantuin loe. tapi seenggaknya loe punya sandaran Fy.”
“Maaf Yo.”
“Sekarang cerita sama gue, sebagai sahabat.” Ucap Rio seraya menghapus air mata Ify dan menghadapkan wajah Ify ke arahnya.
“Tapi kamu mau maafin aku kan.”
“Tergantung dari cerita loe nanti. Sekarang loe cerita sama gue dulu.”
“Sebenernya, 1 bulan yang lalu. Papah sama mamah nyuruh aku pindah ke Aussi. Mereka nyuruh aku dadakan banget Yo. Tapi aku gak mau. Karena aku sadar aku masih punya kamu. Aku gak mau kamu ngerasa di anggurin sama aku. aku gak mau. Dan mulai saat itu aku tinggal sendirian di rumah. Mamah sama papah udah berangkat duluan ke Aussi. Mereka nyuruh aku buat nyusul secepatnya.”
“Aku disitu mikir gimana caranya supaya kamu bisa lupain aku dan kamu bisa benci sama aku. yang aku fikirin waktu itu Cuma kamu Yo. Aku pengin kamu gak ngerasa kehilangan kalau aku pergi nanti. Dan aku mutusin buat … buat …” Terang Ify sesenggukan karena dirinya sedari tadi menangis.
“Buat selingkuh ???” Ify menganggukan kepalanya dengan menunduk mendengar pertanyaan Rio.
“Maaf.”
“Fy. Dulu kita kan udah sepakat kalau salah satu dari kita punya masalah di selesaiin bareng-bareng. Gak kayak gini Fy. Kamu tinggal ngomong sama aku. aku pasti gak akan benci sama kamu. Walaupun nantinya sulit buat ngelepasin kamu, seenggaknya hubungan kita gak berakhir dengan cara kaya gini.”
“Maaf Yo. Waktu itu aku gak mau ngerepotin kamu ajah. aku tahu, kamu akhir-akhir ini lagi sibuk ngurusin pesta musical dan kerja sama sama sekolah seberang. Jadi aku gak mau ganggu kamu. Maaf.”
“Terus, dengan cara kaya gitu apa hubungan kita bakalan baik-baik ajah. gak kan ??? Walaupun aku sibuk, aku bisa ngebantuin kamu di luar sekolah Fy. Ngomongnya gak harus di sekolah kan ???”
“Maaf Yo. Aku salah.”
“Terus cowok selingkuhan kamu itu siapa ???” Tanya Rio
“Dia sahabat aku Yo. Dari SMP.”
“Lagi lagi kamu gak cerita masalah itu. Sekarang aku Tanya sama kamu. Apa aku pernah nyembunyiin sesuatu dari kamu ??? Gak kan Fy ??? Masalah musical, masalah cewek yang sering sms aku, masalah Shilla yang tinggal di rumah aku. aku gak pernah ngerahasiain dari kamu Fy. Sekarang.”
“Maaf Yo. Tapi aku gak bisa bikin kamu ngerasa nanggung beban. Aku udah cukup kasihan ngelihat kamu yang sibuknya minta ampun akhir-akhir ini. Aku sekarang Cuma mau pamit sama kamu Yo.”
“Kamu berangkat kapan ???” Tanya Rio berusaha bersikap tenang.
“Besok pagi.”
                Jawaban Ify lagi-lagi membuat hati Rio sakit. Cewek di hadapannya memang pernah melukai perasaanya. Tapi dirinya tidak bisa membenci gadis di hadapannya. Sudah lebih dari satu tahun, mereka selalu bersama dan melalui hari hari mereka bersama-sama. Dan walaupun gadis di hadapannya sudah pernah membuat luka di hatinya, dirinya masih tetap menyimpan perasaan itu. walaupun Cuma separuh karena ada gadis lain yang juga sudah berhasil merebut hatinya.
                Rasa sakit mendengar pernyataan Ify yang akan meninggalkan dirinya semakin kuat saja. Bahkan rasa sakit ini lebih sakit dari waktu Ify yang selingkuh di depan mata dia. dirinya benar-benar tidak menyangka, jika gadis yang pernah menjelajah di dalam hatinya kini akan pergi untuk meninggalkan dirinya selamanya. Bukan ke mana mana. Tapi ke Negara yang amat sangat jauh dari Indonesia.
“Apa alasan orang tua kamu nyuruh kamu buat pindah ke Aussi.”
“Tugas papah di alihkan ke sana Yo. Semua perusahaan papa sekarang ada di Aussi semua. Dan gak ada di Indonesia lagi. Jadi aku sama mama juga harus ikut papa buat pindah ke Aussi. Dan kemungkinan besar aku gak akan pernah kembali ke Indonesia dan akan menetap di sana selamanya.”
“Terus aku gimana Fy ??? Hubungan kita belum sepenuhnya berakhir kan ???”
“Hubungan kita berakhir Yo. Aku tahu, sekarang ada gadis lain yang udah masuk ke dalam hidup kamu. Dan aku yakin, kamu sama dia itu cocok. Aku gak akan marah sama kamu kalau kamu mau cari pengganti aku yang jauh lebih baik dari aku. Dan aku juga gak akan marah kalau kamu mau ngelupain aku. tapi satu yang harus kamu inget Yo. Aku sayang banget sama kamu. Aku cinta sama kamu. Dan aku sangat bahagia pernah jadi bagian di hidup kamu. Kamu anugerah yang terindah buat aku Yo.”
“Fy.”
“Makasih yah buat satu tahun ini. Aku bahagia Yo. Aku akan selalu inget sama kamu. Dan aku gak akan pernah ngelupain kamu. Makasih buat semua yang udah kamu lakuin buat aku. makasih. sekarang aku mau ngurus kepindahan aku di sekolah ini.”
“Kamu serius Fy ??? Kamu yakin bakalan ninggalin Indonesia dan ninggalin aku.”
“Maaf, ini yang terbaik buat kita. Aku gak bisa kembali lagi ke Indonesia Yo. Aku minta maaf.”
“Besok aku akan nganterin kamu ke Bandara Fy. Aku janji.”
“Makasih yah. Sekali lagi makasih. dan aku minta maaf buat semua kesalahan aku sama kamu termasuk masalah kemarin ituh.”
“Aku udah maafin. Kamu hati-hati yah. Aku janji, aku juga gak akan pernah ngelupain kamu. Aku akan selalu mengenang kamu sebagai cewek terindah dalam hidup aku. makasih juga buat semuanya.”
“Aku pergi dulu yah Yo. Aku tunggu di Bandara besok.” Pamit Ify seraya keluar dari atap sekolah dengan perasaan sedih dan kembali ke ruang kepala sekolah untuk mengurus surat kepindahan dirinya.
                Sedangkan Rio sekarang sedang terduduk di lantai atap sekolah itu. dirinya membiarkan angin dingin itu merasuki tubuhnya. Dirinya tidak perduli jika bel masuk sudah berbunyi sedari tadi. Dirinya butuh ketenangan. Ketenangan untuk bisa ngelepas gadis yang pernah singgah dalam hatinya itu. sebenarnya dirinya tidak rela jika gadis itu pergi untuk selamanya dari hadapanya. Tapi pria tampan ini juga tidak mempunyai hak untuk melarangnya.
                Wanita yang pernah singgah dalam hatinya kini akan pergi untuk selamanya. Dirinya memang tidak merasa sangat kehilangan karena rencana gadis itu yang ingin membuat dirinya benci kepada gadis itu kini sudah akan berhasil. Tapi dirinya juga tidak bisa mengelak jika masih ada perasaan untuk gadis itu. walaupun sedikit.
                Perlahan pria tampan ini menatap kosong kearah depan. Fikirannya kembali ke masa lalu. Masa lalu dirinya dengan gadis itu. dimana waktu itu dirinya menyatakan cinta dengan amat sangat romantic di sebuah pantai. Dan dimana dirinya dan Ify pernah bercanda bareng, berbagi bareng. Ahh, dirinya jadi teringat dengan gadis itu lagi.
“Arrrrggggggggggg.” Teriak Rio dengan amat sangat kencangnya untuk melepas beban yang ada dalam hidupnya. Berharap hatinya tidak akan sakit lagi.
                Besok, yah besok adalah pertemuan terakhir mereka. Lagi lagi Rio mengusap wajahnya dengan kesal dan sangat keras. Dirinya masih belum terima jika gadis itu pergi. Ini sangat mendadak. Dirinya belum siap. Dan besok pagi terakhir kalinya dirinya melihat gadis yang pernah singgah di dalam hatinya. Lagi-lagi perasaan sakit itu datang lagi. Dan pria tampan ini memutuskan untuk berbaring di tanah membiarkan angin berhembus semakin kencang ke arahnya.
YYYYYYYYYYYYYYYYYYY
“Kenapa sih loe Shill. Bingung banget.” Tanya Agni yang sekarang sedang membaca buku kimia di bangkunya seraya melirik sahabatnya yang dari tadi mondar mandir tidak jelas di sebelahnya.
“Rio Ag, dia belum balik ke kelas juga. Padahal bel udah bunyi satu jam yang lalu.”
“Yaudah sih, kata loe sekarang Rio lagi ngomong sama Ify. Ya biarin ajah. kecuali kalo loe gak rela Rio ngobrol bareng Ify.”
“Please deh Ag, bukan masalah rela atau gak rela. Tapi ini masalahnya gak balik-balik. Masa ngobrol lama banget sih. Gak mungkin donk.”
“Shilla. Lagian ngapain loe yang repot sih, siapa loe coba.” Ucap Agni yang aslinya ingin menggoda Shilla.
“Denger yah Agni Tri Nubuwati yang nyebelinya minta ampun. Loe Tanya siapa gue. Gue Ashilla. Queen in SMA Batavia yang sebentar lagi bakal jadi Queen in Rio’s heart.”
“PD. Ngarep mood on loe.”
“Yeee biarin ajah. mending gue ngarep tapi pasti daripada loe. ngarep tapi gak pasti. Wleek.”
“Narsis. Heh, siapa tahu ajah pas Rio ngobrol sama Ify, Rio nembak Ify terus mereka jadian lagi deh. apa loe masih bilang loe adalah queen in Rio’s heart. Hah.” Tantang Agni yang membuat Shilla manyun.
“Ihhh, loe sahabat gue bukan sih. Bukanya ngehibur sahabat loe ini yang lagi galau malah di panas panasin. Rese loe Ag.”
“hehehe. Peace my sis. Iya deh nggak. Gue yakin kok Rio pasti gak bakalan suka sama Ify. Dia kan sukanya sama loe Shill.” Ucap Agni menghibur.
“Ngerayu loe. tadi ajah manas manasin, sekarang ajah. Gue mau ke kelas Rio dulu yah Ag, siapa tahu dai udah balik.”
“Heh Shill. Loe lupa, abis ini kita ada ulangan Kimia. Belajar woy.”
“Tenang ajah. Kan ada loe. Gue bisa copy paste punya loe. Belajar yang rajin yah sis, babay.” Ucap Shilla sebelum dirinya benar benar keluar kelas disertai senyum termanisnya yang membuat Agni ingin muntah.
“Dasar queen wanna be rese’. Gak tahu apa ni materi susahnya naudzubillah. Huft.”
YYYYYYYYYYYYYYYYYYYY
                Seorang gadis memasuki kelas XI IPA 3 dengan PD’nya. Tetapi bukan tatapan sinis ataupun ucapan ucapan sindiran yang gadis ini dengar. Melainkan ucapan kagum dan tatapan tidak percaya yang ditunjukkan oleh siswa XI IPA 3. Mereka otomatis menghentikan kegiatan mereka dan mereka langsung mengalihkan pandangannya ke arah sang gadis yang baru masuk tadi.
                Siapa juga yang tidak tertarik melihat queen di sekolahnya ini. Mereka pasti akan rela dimarahin guru jika di dalam kelas ada guru yang mengajar demi melihat seorang Shilla. Tapi untungnya waktu itu tidak ada guru yang mengajar. Jadi mereka bebas memandangi Shilla. Dan Shilla sendiri, melangkahkan kakinya menuju ke tempat Gabriel setelah dirinya melihat Gabriel di ujung yang sedang membaca komik kesukaanya. Gadis cantik ini langsung duduk di sebelah Gabriel. Bangku Rio.
“Yel.” Panggil Shilla yang membuat pria di sebelahnya menoleh.
“Shilla. Ngapain loe disini.” Ucap Gabriel kaget melihat gebetan sahabatnya ternyata ada di sebelahnya.
“Sok kaget banget sih loe.”
“Ngapain gue sok kaget. Gue emang kaget tahu.”
“Huh, temen temen loe ajah langsung mandangin gue semua, loe malah asyik sendiri.”
“Ngapain gue ikut ikutan mandangin loe. yang ada gue babak belur dipukulin si Rio.” Canda Gabriel seraya menutup komiknya dan menaruhnya di atas meja.
“Jayus loe. Gue mau Tanya dong.”
“Tanya ajah. kalau pertanyaan loe susah wajib, kudu, harus, bayar gocap ke gue.” Canda Gabriel lagi.
“Yel, seriusan.”
“Iyah iyah. Tanya apa Ashilla Zahrantiara yang nyebelinnya minta ampun.” Ucapan Gabriel sukses mendapat pukulan di lengannya dari seorang Ashilla. Dirinya hanya bisa mengaduh.
“Makanya serius. Eh, Rio belum balik juga ???”
“Shilla. Shilla. Loe cantik cantik bego yah. Nih lihat. Di kelas ini ada Rio gak. Kalau Rio ada disini. Loe gak bisa duduk di bangku Rio karena pasti ada Rionya disitu. Kecuali kalo loe mau duduk pangku di atas Rio.”
“Gabrieeeelllll. Loe rese banget sih jadi cowok.” Teriak Shilla lirih seraya memukul lengan Gabriel menggunakan tangannya.
“Iya iya Shill. Ampun ampun. Yaelahh, gitu ajah ngambek. Iyah Rio belum balik dari tadi. Kenapa ???”
“Loe gak berniat buat nyusulin temen loe itu ???”
“Ngapain. Dia kan udah gede. Gak bakalan ilang dia. lagian siapa juga yang mau nyulik Rio. Yang ada yang nyulik itu dipukulin sama bodyguard loe lagi. Kaya Rio dulu ……. Peace Shill.” Cengir Gabriel setelah melihat tatapan tajam yang ditunjukkan oleh gadis disebelahnya.
“Loe rese yah. Sekarang loe kasih tahu ajah. dimana Rio sekarang.”
“Di tempat biasa.” Jawab Gabriel sok polos.
“Dimana begoooo. Mana tahu gue tempat biasa. Yang tahu kan Cuma loe sama Ify. Udah cepetan kasih tahu. atau gue bakalan ………”
“Iyah iyah gue kasih tahu. gue paling takut sama anceman loe Shilla. Di atap sekolah. Loe kesana ajah.”
“Atap sekolah ???” Tanya Shilla memastikan.
“Loe gak budeg kan ??? Loe pasti denger dong apa yang gue omongan sebelumnya ???”
“Lama-lama gue pengin bunuh loe Yel. Kalau loe bukan sahabat Rio udah gue bejeg bejeg muka loe.”
“Hehehe J. Dan untungnya gue itu temenya Rio Shill. Jadi gue gak jadi di bejeg bejeg sama loe.”
“Rese loe. bodo ahh. Gue pergi dulu.”

tunggu kelanjutanya yah guys. ..
kalo pengin dilanjut yah monggoh jadi pembaca yang baik hati ..
silahkan post komentar di bawah sini ..
atau kalau kalian menyukai monggoh like'nya ;)
Reaksi: