Jumat, 12 April 2013

That's All Cause of Love - Part 5


Bel pulang pun nyaring terdengar hamper di seluruh ruangan SMA Bintang. Semua siswa pun berhamburan keluar kelas dan pulang dengan kendaraan masing-masing dan ada yang menggunakan kendaraan umum. Berbeda dengan seorang gadis yang berjalan sendirian menyusuri jalanan sekolah untuk menuju ke depan sekolah. Tiba-tiba ada seseorang yang mengagetkannya.
“Allyssa Saufika Umari” Panggil seseorang dari belakang Ify
Setelah tau siapa yang memanggil gadis ini pun meneruskan jalannya tanpa melihat lebih lama siapa orang yang memanggilnya. Baginya, dia seperti tidak ada di sekolah ini
“Wait me Fy, please !!!” Ucap pria yang memanggilnya yg ternyata adalah ketua osis SMA Bintang. Dan pria tampan ini langsung menyamakan dirinnya sehingga berjajar dengan gadis cantik itu.
“Ada apa.” Ucap Ify dingin
“Aku ingin berbicara kepadamu. Ikut aku sekarang.” Ucap Rio seraya menarik tangan gadis dihadapannya dengan kasar
“kakak sakit, lepasin !!!” Bentak Ify dan berusaha melepaskan tangannya
“Ikut aku jika kau tidak mau terjadi apa-apa denganmu. Ayo !!!” Ajak Rio dengan memaksa.
“Kakak lepasin, sakit banget kak. Aku mohon lepaskan.” Ucap Ify dengan suaranya yang bergetar karena menahan sakit di tangannya
Rio langsung membalikan tubuhnya karena mendengar suara isakkan tangis yang berasal dari gadis di belakangnya dan melepaskan tangannya dan menatap gadis di hadapannya yang sedang kesakitan akibat perbuatannya tadi.
“Aw sakkkittt.” Pekik Ify
“Maafkan aku, tangan kamu sudah tidak apa-apa kan ???” Tanya Rio lembut
“I hate you kak. Kakak bilang tangan aku tidak sakit, Hah !!! Sakkkittt banget kak, kenapa kakak tidak membunuhku sekalian daripada harus menyiksaku seperti ini.” Gumam Ify bergetar
“Ify, maafkan aku, aku tau aku sangat salah terhadapmu, aku min ….” Potong Rio
“Sudahlah, aku tidak mau bertemu denganmu lagi. Dan kakak jangan pernah memanggilku lagi, jangan pernah menganggapku lagi, anggap aja kita tidak pernah bertemu.” Ucap Ify menahan tangis dan berlari meninggalkan Rio seorang diri di lorong sekolah yang sudah sangat sepi.
“Mungkin ini belum waktunya.” Gumam Rio seraya pergi ke rumahnya
èèèèèèèèèèèè
“Kak tunggu dong, kakak kenapa sih. Dari tadi kakak juga tidak kelihatan, aku tidak melihatmu seharian ini, kakak kenapa sih sebenarnya, maafkan aku jika aku punya salah kak.” Ucap Sivia memohon kepada pangerannya itu setelah Sivia berhasil menghentikan langkah Wakil ketua Osis ini.
“Aku tidak marah kepadamu. Aku hanya merasa lelah setelah seharian mengerjakan tugas Osis.”
“Tapi kakak tuh kelihatan sekali kalau kakak marah kepadaku. Maafkan aku kak.”
“Aku kan sudah bilang, aku hanya merasa lelah. Kau ini kenapa sih, kamu memang tidak pernah mengerti apa yang aku rasakan. Kamu selalu membuatku jadi tambah merasa lelah” Bentak Alvin dan reaksi gadisnya hanya menangis dan menangis
“Vi, tadi aku tidak bermaksud untuk …” Potong Alvin
“Jadi aku hanya merepotkanmu selama ini. Maafkan aku kak, aku tidak akan merepotkanmu lagi sekarang.” Ujar Sivia seraya meninggalkan Alvin
            Alvinpun hanya bisa melihat gadisnya itu dengan perasaan campur aduk. Marah, kesal, merasa bersalah, khawatir, kangen. Itulah yang saat ini dirasakan oleh pria tampan ini. Sedangkan Sivia langsung menjauh keluar sekolah dengan berlinangan air mata dan menghentikan taksi serta pulang menuju ke rumahnya.
“Aku harus mengikutinya … perasaanku tidak enak.” Ucap Alvin seraya berlari menuju motornya dan melaju mengikuti taksi yang membawa kekasinya itu
èèèèèèèèèèèè  Di dalam taksi
“Non, kenapa menangis. Kekasih non ya, yang membuat non seperti ini.” Tanya Pak Sopir
“Mmmm, tidak pak. Bukan kekasih saya ko’ yang membuat saya seperti ini.” Ucap Sivia seraya menghapus air matanya yang mengalir deras
(“Ternyata hubungan kita selama ini hanya membuatmu lelah kak. Aku baru sadar kalau kakak selama ini tidak mencintaiku. Apa yang harus aku lakukan sekarang ??? Haruskah aku memutuskan hubunganku dengan kakak supaya kakak bisa merasa nyaman”) Batin Sivia
            Pada saat Sivia sibuk dengan pikirannya itu. Tiba-tiba ada sekelompok pemuda yang sepertinya seusia Rio dan Alvin berhenti tepat di depan taksi yang ditumpangi oleh Sivia dengan menggunakan motornya masing-masing. Kira-kira ada 4 orang yang berhenti tepat di depan mereka.
“Pak, ada apa. Siapa mereka.” Ucap Sivia ketakutan dengan pemuda yang kini sudah ada di samping kaca jok belakang taksi
“Saya juga tidak tau non, harus bagaimana ini.” Ujar Pak Sopir gemetar
“Heh, Cepat keluar dari mobil kalian atau kalau tidak aku akan membakar mobil ini sekarang. Cepat keluar !!!” Bentak salah satu dari kelompok pemuda itu
“Non, sebaiknya kita keluar mengikuti saran mereka, tenang saja non, bapak akan melindungi non.”
“I … ii .. ya pak …” Ucap Sivia gemetar dan keringat dingin mulai membasahi pelipisnya
            2 orang langsung menodong Pak Sopir dan 2 orang lainnya sudah mendekap Sivia dan membekap mulutnya dengan tangan mereka dengan kasar ..
“Mmmppppp.” Gumam Sivia berkaca -kaca yang sedang dibekap oleh salah satu dari mereka.
            Pak Sopir pun langsung melawan dengan 2 orang di hadapannya. Karena dia terus-teruan melawan maka salah satu dari 2 orang yang membekap Sivia akhirnya ikut melawan Pak Sopir. Pak Sopir pun kalah dan dia jatuh dengan muka yang berdarah karena terus-terusan di hantam oleh ketiga kelompok itu. Sedangkan Sivia langsung menangis setelah tau pak Sopir kalah.
“Lepaskan aku, mau apa kalian. Tolong tolong. Hmmmppppp …” Ucap Sivia ketika tanganya sudah mulai mengendur dalam membekap mulut Sivia
“Heh, jika kau ingin selamat mending kau diam saja yah. Aku tidak mau apa-apa dari barang-barangmu, aku hanya ingin kamu. Hahahaha ….”
“Hmmmmpppp, lepaskan aku…” teriak Sivia menangis dan yang masih dibekap oleh pemuda jahat itu.
“Hey, lepaskan dia.” Teriak seseorang dan sepertinya Sivia sangat mengenali orang itu.
“Siapa kau. Berani-beraninya kau berbicara seperti itu. Memangnya apa hubungan kau dengan gadis ini.”
“Hey, kau dengar ya, dia itu kekasihku, aku ini kekasihnya. Jadi lepaskan dia atau kalau tidak kalian semua akan berurusan denganku.”
“kak Alvin.” Gumam Sivia
“hahahaha …. Segampang itu aku melepaskannya. Tidak lah, aku itu tidak bodoh dan tidak bisa dibohongi olehmu. Kau pikir kami takut terhadapmu. Four in one. Okeh, kalau itu maumu.”
“hey lepaskan dia.” Ucap Alvin yang tidak tega melihat gadisnya menangis ketakutan dan di bekap oleh pemuda itu. Akhirnya Alvin memutuskan untuk melawan orang yang membekap kekasihnya itu terlebih dahulu, karena tidak tega melihat gadisnya seperti itu. Akhirnya Alvin pun berhasil, pemuda itu langsung jatuh tersungkur setelah mendapatkan pukulan di perutnya
“Kau tidak apa-apa kan ??? Sudah yah jangan menangis lagi. Aku ada disini untukmu.” Ucap Alvin seraya menghapus air mata Sivia dan langsung memeluk Sivia erat.
“Kakak, aku takut” Gumam Sivia tetapi Alvin mendengarnya
“heyy, kurang ajar kau. Kalau kau berani lawan kami.” Bentak salah satu dari mereka
“sayang, sekarang kau sembunyi di belakang pohon itu yah. Inget jangan keluar sebelum aku suruh. Cepat lari aku akan menjagamu.” Gumam Alvin kepada gadisnya itu
            Akhirnya perkelahian pun tidak bisa dihindarkan. Alvin melawan mereka 4 orang sekaligus. Alvin hanya mendapatkan pukulan di sebagian mukanya dan bibirnya sedikit mengeluarkan darah. Setelah beberapa menit mereka berkelahi, Alvinpun berhasil menyelasaikan perkelahian itu. Dan 4 pemuda itu langsung meninggalkan tempat itu menggunakan motornya itu. Alvin pun langsung menghampiri gadisnya yang sedang ketakutan di belakang pohon.
“Sivia” Panggil Alvin yang melihat gadisnya duduk sambil menangis dan memeluk lututnya itu
“kak Alvin aku takut kak.” Ucap Sivia sesenggukan seraya memeluk Alvin erat.
“Iya sayang, aku tau. Sekarang kau sudah aman bersamaku (melepaskan jaketnya dan memakaikannya kepada gadisnya itu) biar tidak dingin. Sekarang kita pulang yuk. Sebentar lagi hujan.”
“Kak, kita tolongin Pak Sopir dulu, kasihan dia. Kita bawa ke rumah sakit dulu yah.”
“Iyah yuk kesana. Pak, pak bangun pak” Ucap Alvin seraya membangunkan sopir taksi itu.
“Hmmmm, Aww …” Ucap Pak Sopir seraya merintih kesakitan.
“Bapak tidak apa-apa, biar saya bantu ke rumah sakit yah pak.”
“Tidak usah den, bapak masih sanggup buat menjalankan mobilnya kok, non tidak apa-apa kan ???. Maafkan saya yah non, saya tidak bisa melindungi non tadi.”
“Tidak pak, terima kasih karena telah menolong saya, biar kami bantu bapak ke rumah sakit yah.”
“Tidak usah non, bapak masih sanggup.”
“Tidak apa-apa pak, biar saya bantu untuk membawa bapak ke rumah sakit. Sebagai tanda terima kasih karena bapak telah menolong kekasih saya.”
“Tidak usah, tidak apa-apa. Sungguh, bapak masih sanggup.”
“Yasudah pak, kalau bapak masih tetep pada pendirian bapak itu. Ini ada beberapa uang untuk membayar ongkos kekasih saya tadi dan sisanya untuk pengobatan bapak.”Ucap Alvin seraya memberikan beberapa jumlah uang kepada Pak Sopir itu.
“Terima kasih den, non. Seharusnya kalian tidak usah repot-repot.”
“Tidak apa-apa pak,”
“Yasudah, terimakasih yah den terima kasih ya non, bapak permisi dulu.” Ucap Pak Sopir seraya menaiki mobilnya dan melaju
            Kini hanya ada 2 insan ini di tengah jalan yang sangat sepi itu.
“Mmmm, kau tidak apa-apa. Mereka tidak berbuat apa-apa kan terhadapmu.” Tanya Alvin khawatir
“Iya kak, terima kasih banyak. Aku punya hutang kepadamu. Terima kasih sudah menolongku dan membayar Taksi tadi, aku janji aku akan menggantinya.” Ucap Sivia seraya menunduk karena takut melihat mata bening milik kekasihnya itu
“Sayang, aku itu kekasihmu. Mengapa kau berbicara seperti itu. Maafkan aku atas kejadian tadi yah. Aku hanya sedikit kesal dengan tingkahmu tadi pagi. Kata-kataku tadi hanya alasan belaka sayang. Supaya kau tahu apa kesalahanmu. Sungguh, kau sama sekali tidak merepotkanku. Aku juga tidak bosan denganmu. Aku sangat sayang kepadamu. Aku hanya takut jika aku akan kehilanganmu. Sekali lagi maafkan aku.” Ucap Alvin serius dan menatap tajam ke gadis dehadapannya
“Aku sempat berfikir kalau kata-kata kakak tadi adalah perasaan kakak yang sebenarnya kepadaku. Aku merasa aku adalah gadis yang sangat merepotkan untuk kakak. Kalau kakak benar-benar sayang kepadaku kakak tidak mungkin mengatakan hal yang membuatku sakit kak, aku tau kakak sedang emosi tadi, tapi tidak seharusnya kakak mengucapkan kata-kata kasar kepadaku kan ???”
“Vi, please maafkan aku. Aku tau aku salah. Tapi aku benar-benar sayang kepadamu, aku ingin kau selalu ada disisiku. Please Vi, maafkan aku, aku akan melakukan apa saja untuk mendapatkan maaf darimu. Aku juga bersedia jika aku harus bersujud di hadapanmu. Kau menyuruhku untuk membunuh dirikupun aku sanggup Vi, maafkan aku.”
“Kak, bangun, aku mohon bangun aku sudah memaafkan kakak. Aku juga sangat menyayangi kakak. Maafkan aku juga, aku terlalu kekanak-kanakkan.”
“Serius kamu sudah memaafkanku.” Ucap Alvin dengan semangatnya
“Iyah.”
“Makasih sayang. Aku janji akan selalu menjagamu.” Ucap Alvin seraya memeluk gadisnya itu.
“Iyah kak. Aku percaya kok sama kakak.” Jawab Sivia membalas pelukan Alvin
“Sekarang kita pulang yuk. Udah sore. Yuk.” Ucap Alvin seraya menggandeng tangan Sivia
SKIP !!!
            Malam harinya adalah malam minggu. Terlihat seorang pria yang memakai kemeja berwarna putih dan celana jeans hitam serta dibalut dengan Stell’an jass berwarna hitam sedang melihat bayangan dirinya di cermin. Berkali kali pria ini memperbaiki penampilannya. Setelah merasa bahwa dirinya perfect, diapun keluar dari kamarnya dan menuruni tangga rumahnya untuk kebawah.
            Dan terlihat bundanya sedang menonton tv dengan adik semata wayangnya di ruang keluarga. Riopun menghampiri mereka dan langsung pamit.
“Bun, Rio berangkat dulu yah.” Pamit Rio seraya membetulkan dasinya di kemeja putihnya.
“Mau kemana Yo.” Tanya Bundanya
“Mau ke rumah ka’ Ify bun, biasalah mau berkencan dengan pacar barunya itu.” Sela Sivia
“Heh, anak kecil. Jangan sok tau kamu. Ify itu bukan pacarku. Memang sih bun, aku mau ke rumah Ify, tapi hanya sekedar minta maaf, bukan mengajak dia untuk berkencan.”
“hahaha, bohong tuh bun, kalau Cuma mau minta maaf gak mungkin serapih itu kan ???” Goda Sivia
“Ish, kamu tuh …” Potong Rio
“Udah udah. Ko malah berantem sih. Yaudah be        rangkat sana. Hati-hati yah.” Sela Bunda
“jadi bunda mengijinkan Rio buat pergi malam ini ???” Tanya Rio
“Iya dong. Anak bunda kan udah besar, tapi ingat waktu yah, jangan kemaleman pulangnya.”
“Siap Bun, yaudah Rio berangkat yah (mencium punggung tangan Bunda) dah adek kecil yang cerewet.” Ucap Rio seraya pergi dan langsung ke tempat mobilnya.
SKIP !!!
            Pria tampan ini memasuki halaman rumah yang sangat luas. Dan langsung turun dari mobilnya dan langsung menekan bel rumahnya. Terlihat dari wajahnya jika dia terlihat sangat gugup. Sudah berulang kali dia menekan bel rumah itu. Tapi tak ada seorangpun yang membuka pintunya.
èèèèèèèèèèèè
            Terlihat gadis yang sangat manis itu sedang membolak balikan majalahnya. Gadis ini berusaha untuk focus dan berkonsentrasi ke majalahnya tapi bayangan pangeran hatinya itu selalu terngiang ngiang di otaknya. Menjadikan gadis ini tidak bisa berkonsentrasi.
“Aduh, aku itu kenapa sih. Please Ify, jangan terus membayangkan dia lagi.” Ucap Ify seraya menaruh majalahnya di meja di hadapannya.
            Saat ini dia sedang sendirian di rumahnya. Karena kedua orang tuanya sedang ada tugas di luar kota. Dan kakaknya sedang berkencan dengan kekasihnya itu. Maka tinggalah dia sendiri di rumah hanya di temani bibi dan pak sopirnya. Beberapa saat kemudian ada suara bel terdengar dari luar rumahnya.
“Bi, bibi lagi dimana. Itu diluar ada tamu bi.” Teriak Ify kepada Bibinya
“Iya non, sebentar, Bibi bukain dulu ya  non.” Ucap Bibi seraya pergi ke pintu dan membuka pintunya.
èèèèèèèèèèèè
            Rio memutuskan untuk berhenti menekan bel rumah mewah itu dan memilih berdiri di depan pintu dan membelakangi pintunya. Beberapa saat kemudian ada bunyi suara pintu. Otomatis Rio langsung membalikan tubuhnya dan melihat wanita paruh baya yang sedang berdiri di pintu.
“Maaf den, cari siapa yah.” Tanya Bibi
“Mmmm, Ify nya ada bi, saya mau bertemu dengannya.” Jawab Rio to the point
“Oh, non Ify, ada ada. Sebentar ya den, Bibi panggilkan dulu.” Ujar Bibi dan masuk ke dalam rumah
èèèèèèèèèèèè
“Maaf non, di luar ada seorang pria yang mencari non Ify, katanya mau bertemu dengan non.” Ujar Bibi sangat sopan kepada majikannya.
“Siapa bi ???” Tanya Ify penasaran
“Bibi tidak tau non.”
“Oh, yasudah. Bibi boleh masuk lagi ke dalam.”
“Ya  non, bibi permisi dulu.”
            Ifypun bangkit dari duduknya dan langsung keluar menuju kearah pintu.
èèèèèèèèèèèè
“Ka’ .. ka’, ka’ Rio.” Panggil Ify gugup.
“Hay, aku tidak menggagumu kan malam ini. Aku hanya ingin berbicara sebentar sama kamu Fy. Sebelumnya aku minta maaf jika aku tidak memberitahumu bahwa aku akan datang kesini. Yang kedua aku hanya ingin meminta maaf atas kejadian kemarin.” Terang Rio
“Yasudah, kakak masuk dulu. Tidak enak jika bicara di luar seperti ini.” Tawar Ify
“Iya terimakasih.” Ucap Rio seraya mengikuti Ify menuju kedalam rumahnya.
“Duduk kak. Mmmm .. tujuan kakak kesini hanya ingin meminta maaf kepadaku ???” Tanya Ify
“Mmmm, bukan hanya itu. Tapi tujuan aku utamanya memang itu. Aku tidak bermaksud kasar terhadapmu Fy, kalau aku boleh jujur, aku melakukan itu semua semata-mata hanya karena aku ingin dekat denganmu. Aku tau tindakanku sangat tidak pantas. Maafkan aku, aku akan melakukan apa saja asal kau mau memaafkanku Fy, please maafkan aku. Aku sangat menyesal.” Terang Rio serius
“Mmmmm, sebenarnya aku sangat benci terhadap kakak. Karena perbuatan kakak yang seolah-olah menjadikanku boneka yang bisa kakak manfaatkan seenaknya. Kakak seolah olah hanya membutuhkanku jika kakak butuh. Tapi jika kakak sudah tidak butuh kakak benar-benar cuek kepadaku.”
“Fy, aku tau aku salah. Tapi aku …”
Ucapan Rio terpotong karena tiba-tiba Bibi datang dengan membawa 2 gelas yang berisi es jeruk yang di taruh di atas nampan.
“Silahkan diminum den. Permisi non.” Ucap Bibi
“Iya terimakasih bi.” Sahut Ify
“Fy, dengarkan aku. Aku sangat menyesal dengan semua perbuatanku. Aku mau melakukan apa saja keinginanmu Fy, bahkan jika kau mau aku terjun ke jurang sekarang pun aku mau asal kamu memaafkanku.” Ucap Rio sungguh-sungguh
“Mengapa kakak begitu antusias meminta maaf kepadaku. Biasanya jika kakak berbuat salah terhadap orang lain kakak selalu cuek dan tidak mau mengucapkan kata maaf. Tapi ini …”
“Karena aku menyayangimu.” Ucap Rio memotong ucapan Ify
“kakak tidak usah bercanda deh, gak lucu kak. Ini bukan waktunya untuk bercanda yah.”
“Aku serius. Jadi bagaimana, apa kau mau memaafkanku.” Tanya Rio lagi
“Mmmmm, oke. Tapi ada syaratnya.” Ucap Ify seraya senyum penuh kemenangan.
“Apa ???”
“Kakak harus menulis kalimat ‘MAAFKAN AKU IFY, AKU MEMANG SALAH. AKU MINTA MAAF’ sebanyak 1000 kali di kertas folio dan membuat iklan yang intinya minta maaf kepadaku dan langsung di tempel di madding sekolah. Dan hari senin harus sudah jadi semuanya Bagaimana ???”
“Mmmm, okeh. Aku akan membuatnya. Tapi, aku kesini ingin mengajakmu dinner bersamaku sekarang.”
“Dinner ???” Tanya Ify tak percaya
“Iya. Please kali ini aja kau mau mengikuti kemauanku.” Pinta Rio memelas
“Iya. Sebentar aku ganti baju dulu. Sebentar yah.” Ucap Ify seraya pergi ke kamarnya di lantai atas
èèèèèèèèèèèè
            Rio menunggu dengan membaca majalah yang ada di ruang tamu itu. Sesaat kemudian Ify muncul dari atas tangga dan menyusuri satu persatu tangga di rumahnya itu. Rio Nampak terkejut dengan apa yang dilihatnya.
(‘Astaghfirullah, itu bidadari atau bukan yah. Cantik banget’) Batin Rio
            Rio memandang Ify dengan tatapan yang tidak enak dipandang. Pria tampan ini tampak diam dan tidak berkedip melihat gadis yang sedang berjalan ke arahnya itu. Gaun berwarna hitam dilengkapi dengan jepitan rambut berwarna merah yang menyandar di rambutnya itu menambah gadis ini Nampak sangat cantik. Sabuk yang melingkar di tengah gaunnya yang berwarna merah menandakan jika gadis ini sangatlah cantik dan anggun pada malam itu.
“Mmmm, kak .. kak Rio .. hey.” Ucap Ify seraya melambai lambaikan tangannya di depan wajah Rio.
“Eh .. mmm. Iya iya.” Ucap Rio gugup setelah dia sadar dari mimpinya
“Kenapa ??? ko’ ngelamun ??? Mmmm, aku jelek yah.” Ucap Ify seraya melihat dandanannya.
“Enggak ko’. Cantik sekali malah. Eh, maksud kakak kamu itu gak jelek. Iyah gituh.” Jawab Rio gugup
“oh gituh. Mmmm, berangkat sekarang yuk kak, keburu terlarut malam.”
“Yaudah yuk.” Ucap Rio seraya pergi menuju ke mobilnya.
èèèèèèèèèèèè
            Di perjalanan mereka hanya diam dan sesekali CCP (Curi Curi Pandang) satu sama lain. Salting. Itulah yang dirasakan mereka berdua ketika mata mereka bertemu.
èèèèèèèèèèèè
            Mereka sampai di sebuah taman yang sangat indah. Kemudian Rio memarkirkan mobilnya ke tempat parkir setelah itu mereka berdua masuk ke dalam taman tersebut. di taman itu terdapat beberapa pohon mawar yang sangat indah. Jika melihat ke bawah akan ada beberapa lampu dari rumah penduduk yang membentuk hati <3. Keren dan sangat indah sekali.
“Waw. Indah sekali kak. Ini rancangan siapa yah. Benar benar indah.” Komentar Ify
“Iya. Taman ini memang paling indah di Jakarta.” Jelas Rio
“Duduk disana yuk kak.” Ujar Ify seraya menunjuk kursi yang ada di taman itu dan menarik tangan Rio seraya duduk di kursi panjang itu.
“Keren yah. Indah sekali” Gumam Rio setelah melihat air terjun di depannya. Walaupun air terjun itu jauh dari taman. Tetapi masih bisa dilihat dari taman itu
“Iyah J Mmmm, kakak tau dari mana tempat ini. Ini sangat indah kak. Amazing J” Ucap Ify
“Tau dari seseorang.” Jawab Rio murung dan pikirannya melayang jauh ke kejadian dulu
“Mmmm, siapa dia ??” Tanya Ify seraya menatap pria tampan yang kini sedang bersamanya
“Dia Cinta pertama aku. Namanya Tasya. Tasya Putri Anggraeni. Orang yang udah merubah aku jadi pria yang dewasa. Selalu berfikiran positif dan bersahabat. Dia juga yang membuat aku merasakan betapa indahnya punya CINTA. Cinta sederhana dari seorang gadis.” Jelas Rio dan tatapannya lurus kedepan dan tidak melihat gadis yang kini disebelahnya
“Mmmm, sekarang Tasya dimana kak.”
“Dia di Amerika. Dia pindah setelah dia lulus di kelas VIII SMP. Dan kelas IX dia memutuskan untuk pindah ke Amerika karena harus ikut orang tuannya kesana. Dan terpaksa aku harus memutuskan hubungan kita. Pada saat itu aku sangat kehilangan dia. Keadaanku setelah dia tidak ada disampingku benar-benar parah.” Terang Rio sedih
“Apa sifat cuek dan galak kakak selama ini juga gara-gara dia.” Tanya Ify hati-hati
“Iya. Semenjak dia pergi aku kembali ke sifatku yang dulu. Cuek, Galak, gak perduli sama orang, gak bersahabat, sensitive dan gak suka bercanda.” Jawab Rio
“Oh gituh.” Gumam Ify
“Tapi sekarang aku udah jadi pria yang ceria, perduli sama orang, bersahabat, berfikiran dewasa dan lebih mementingkan orang lain. Aku juga punya pengganti Tasya.” Ujat Rio seraya menatap Ify dengan tatapan lembutnya membuat Ify salting.
“Si .. si . siapaa kak.” Tanya Ify Gugup.
“Kamu.” Jawab Rio sukses membuat kedua pipi Ify bersemu merah
            Ify sangat kaget dengan jawaban Rio. Dia hanya bisa diam menunggu pria dihadapannya berbicara lagi. Baru kali ini jantung gadis cantik ini Dag Dig Dug jika berada di sebelah Pria.
“Mmm, apa kamu pernah merasakan yang namannya Cinta pada pandangan pertama ???. Love at the First Sight Fy???” Tanya Rio
“Tentu. Dengan orang yang baik tentunya.”
“Oya ??? Mmm, sama aku yah.” Tanya Rio PD
“Ihhhh PD. Gak. Bukan sama kakak ko’. Awalnya sih aku emang suka sama kakak. Tapi kakak terlalu nyebelin dan selalu membuatku bersedih. Kakak hanya membuat aku selalu menangis.” Ujar Ify
“I’m sorry baby. Aku benar-benar minta maaf. Sekarang aku ingin jujur. Aku melakukan itu semua karena aku takut kehilangan kamu. Aku benar-benar tidak rela jika kamu itu jatuh ke pria lain selain aku. Aku sungguh-sungguh menyayangimu. Aku minta maaf. Tapi orang yang bisa membuatku merasakan CINTA setelah Tasya adalah Kamu.” Jelas Rio seraya menatap gadis dihadapannya tajam
“Kak. Kakak tidak usah memberiku harapan lagi.” Jawab Ify datar
“Tidak Ify. Tapi aku ingin membuat semuanya menjadi kenyataan. Aku sangat menyayangimu. Believe me, please !!!”
“Aku butuh bukti bukan janji. Semua pria sama saja. Kata-kata yang dikeluarkan itu pasti hanya untuk sementara. Jika sudah puas pasti langsung dibuang.” Ucap Ify yakin
“Tidak Ify, aku serius. Oke, apa yang kamu mau sekarang. Bukti apa yang kamu mau. Atau kamu mau aku terjun ke jurang yang disana (menunjuk jurang). Oke, aku siap.”
“Tidak. Aku hanya ingin yang sederhana saja. Buatkan dermaga untukku. Sederhana saja. Dan di tengah tengah dermaga itu ada nama panggilanku menggunakan bunga mawar. Kakak bisa memetiknya disini. Bagaimana ??? apa kakak bisa mengabulkan permintaanku ???” Tanya Ify
“Oke. Apapun akan kulakukan untukmu. Kau tunggu disini sebentar. Aku akan kembali lagi dan menunjukkan dermaga itu kepadamu.” Jawab Rio seraya pergi dan mulai memetik mawar
èèèèèèèèèèèè
            Rio membuatnya di tempat yang jauh dari tempat yang sekaranag Ify tempatin. Supaya dia tidak tahu jika Rio akan membuat surprise untuknya. Rio melakukan itu semua dengan senang hati demi gadisnya yang sangat ia cintai itu.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar yang positive tentang postingan yang saya buat :)
terima kasih sudah berkunjung ke blog saya teman :*