Text Select - Hello Kitty

Benci Jadi Cinta - Part 9 (Yoshill)

Senin, 11 Maret 2013 - Diposkan oleh Indah Nur Amalia di 05.31

Bel pulang sekolah berbunyi dengan nyaring. Semua siswa-siswi SMA Tunas Bangsa berhamburan keluar kelas dan menuju ke gerbang sekolah. Ada juga yang menuju ke tempat parkir, baik mobil maupun motor. Siang ini cuaca sangat panas. Menyebabkan seluruh siswa siswi SMA Tunas Bangsa enggan melakukan aktifitas di siang panas seperti itu. Kebanyakan dari mereka memilih untuk kembali ke istananya masing-masing dan memilih untuk pergi ke langit ke tujuh di dalam mimpi.
            Berbeda dengan seorang gadis yang berdiri di halte sekolah. Dia sepertinya sedang menunggu seseorang yang ingin mengantarkan dirinya pulang. Tetapi sedari tadi, tidak ada satupun kendaraan yang melewati dirinya dan berhenti di hadapannya.
            Beberapa saat kemudian. Ninja merah telah berada di hadapan seorang gadis tersebut. sang gadis pun tahu siapa yang datang, dengan ekspresi ramah, gadis ini menyapa pemilik ninja merah tersebut.
“Hay Shill, sendirian ???” Tanya sang pemilik ninja merah.
“Menurut kakak ??? kalo kakak bisa melihat dengan sempurna pasti kakak tahu jawabanya.” Jawab sang gadis dengan nada sekenanya seraya mengedarkan pandangannya ke penjuru sekolah.
“Yaelah Shill, kan Cuma basa basi. Loe mau pulang nggak ??? Bareng gue yuk.” Ajaknya.
“Mmm, maaf kak Rio. Gue lagi nungguin kak Debo. Hari ini dia janji mau jemput soalnya. Sekalian mau jalan-jalan bentar.”
“Yahh, kok gitu sih, masa loe nggak nerima tawaran gue sih Shill. Gue kan udah bela belain kesini dulu sebelum pulang.” Ujar Rio dengan nada memelas.
“Kak Rio denger gak sih. Tadi kan gue udah bilang kalau gue mau pulang sama kak Debo. Bukanya mau nolak atau gimana. Tapi gue udah janji kemarin mau pulang sama dia hari ini. Lagian gue juga nggak minta kak Rio buat kesini kan.” Jawab Shilla dengan nada sinis.
            Lagi lagi Rio tersentak mendengar penuturan gadis cantik di hadapannya ini. Dia nggak menyangka gadis yang amat sangat dicintainya ini akan berkata seperti itu. Kalau gadis ini menolak dengan nada yang halus mungkin saja pemuda ini mampu menerimanya walaupun hatinya pasti akan sakit sekali. Tapi gadis di hadapanya ini dengan sangat mudah menolak tawaranya dan dengan nada sinis.
            Shilla juga tidak menyangka, dirinya akan tega berkata seperti itu kepada pemuda tampan itu di hadapanya. Dirinya tidak menyangka akan mengeluarkan kata kata sakral seperti itu yang pasti akan sangat menyakiti pemuda tampan di hadapanya. Dirinya ingin sekali meminta maaf terhadap seniornya itu, tetapi mengingat rencana dirinya dengan Alvin maka dirinya sudah bertekad untuk tidak mengeluarkan kata maaf sekarang. Biarlah pemuda di hadapanya membencinya untuk sekarang.
“Oh gituh yah. Yaudah deh. Maaf mengganggu. Gue duluan.” Ujar Rio seraya mengegas motornya dan langsung melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
“Maafin Shilla kak. Shilla gak bermaksud buat nyakitin kakak. Shilla Cuma pengin buktiin apa kakak bener bener sayang sama Shilla apa nggak. Maaf.” Gumam Shilla miris.
            Beberapa menit kemudian terdengar klakson mobil dari arah gerbang sekolah. Dan semakin dekat dengan gadis cantik yang tadi berdiri di koridor. Setelah sang pria-pemilik mobil mempersilahkan Shilla masuk ke dalam mobil. Pria itupun langsung menjalankan mobilnya untuk mengantar gadis cantik itu pulang. Di perjalanan.
“Shill, kita mau langsung pulang kan ???” Tanya sang pria.
“Mmm, iya kak. Maaf yah udah ngerepotin. Maaf juga udah ngelibatin kakak. Aku juga gak tahu lagi mesti minta bantuan sama siapa lagi. Maaf yah.” Ujar Shilla tulus.
“Santai aja Shill. Gue gak masalah kok. Gue malah seneng bisa bantuin loe. asal cowo loe itu gak bener bener marah sama gue dan berbuat criminal sama gue. Hahaha.” Canda Debo mencairkan suasana.
“Kak Debo bisa ajah. kak Rio tuh bukan cowo Shilla. Terus kak Rio juga bukan preman, ngapain juga kak Rio bertindak criminal sama kak debo. Gak ada guna banget deh.”
“Iya sih Shill. Kan gue Cuma bilang Shill.”
“Iya kak. Kakak tenang ajah. kak Rio gak bakal berbuat jahat kok sama kak Debo. Apalagi Cuma masalah ini.” Ujar Shilla. “Ought gituh. Syukur deh.”
            Setelah sampai di rumah megah dan mewah. Shilla turun dan langsung berterima kasih kepada senior masa lalunya itu. Kemudian dirinya masuk dengan perasaan yang tak menentu.
YYYYYYYYYYYYYYYYYYY
            Sedangkan di tempat lain. Tepatnya di sebuah kamar. Seorang pemuda sedang gelisah memikirkan apa yang dibicarakan oleh gadis yang amat sangat dicintainya tadi. Pemuda ini tidak menyangka dengan ucapan yang keluar dari bibir manis sang gadis.
“Arrrggghhhh, kenapa sih Shill. Loe selalu menghantui gue terus. Apa maksudnya loe ngomong gitu sih Shill. Apa bener loe gak suka sama gue. Tapi kenapa Shill ??? Bukanya selama ini loe udah nunjukkin kalau loe itu suka sama gue. Bahkan bokap nyokap kita masing-masing udah setuju dan sangat merestui hubungan kita, tapi kenapa endingnya loe malah kaya gini ??? Kalo loe emang gak suka sama gue. Harusnya loe gak usah ngasih harapan sama gue. Kenapa Shill ???” Ucap seorang pria, Rio.
“Apa loe udah jadian sama Debo. Apa loe sama dia emang saling mencintai Shill. Gue nggak sanggup kalo loe mesti sama Debo. Kenapa harus Debo sih Shill. Kenapa loe gak milih gue aja ???” Lanjutnya.
“Ok, Shill. Kalau ini emang mau loe. gue bakal menjauhi loe. kalo loe emang bahagia sama Debo gue terima Shill. Gue bakalan terima kalo kenyataanya Debo bisa jadi yang terbaik buat loe. gue terima Shill. Mulai besok gue akan berusaha ngejauhin loe Shill. Semoga loe bahagia sama Debo.”
            Gara-gara capek memikirkan masalahnya dengan sang gadis, pria tampan ini pun akhirnya tertidur dan berusaha untuk menghilangkan penat dan rasa lelah yang menyelimuti dirinya. Berharap dengan tertidur masalahnya akan hilang dan terbang terbawa angin. Dan esoknya jika dirinya bangun akan menemukan semangat baru untuk menjalani hari baru.
SKIP !!!
            Keesokan harinya. Keempat pemuda tampan datang dengan menggunakan motor ninjanya secara beriringan. Dan lagi lagi perbuatan yang mereka lakukan membuat seluruh siswa SMA Tunas Bangsa heboh dan tersepona serta berteriak histeris melihat kedatangan 4 pemuda tampan itu. Setelah 4 pemuda tampan ini berhasil memarkirkan kendaraan pribadinya dengan mulus, mereka langsung berjalan memasuki pekarangan sekolahnya.
            Tiba-tiba langkah pemuda tampan itu berhenti setelah melihat pemandangan yang kurang indah. Di depan gerbang sekolah tercintaanya ada sepasang muda mudi yang sedang bercengkrama seraya bercanda dan diselingi tawa oleh keduanya. Salah satu dari keempat pemuda tampan itu langsung merasakan panas di hatinya. Pemuda ini tidak kuat melihat sepasang kaum adam dan hawa yang kelihatan sekali seperti pasangan yang sangat serasi.
            Terlihat Shilla dan Debo yang sedang bercengkrama di depan gerbang sekolah. Debo yang masih duduk di atas motor ninjanya dan Shilla yang berdiri di samping Debo seraya senyum senyum dan ketawa melihat Debo. Mereka asyik bercengkrama tanpa memperdulikan orang orang sekitarnya. Bahkan mereka tidak sadar jika ada seseorang yang melihat mereka dengan tatapan membunuh.
“Bro, loe gak papa ???” Tanya sahabatnya yang melihat ekspresi dirinya. Cakka.
“Gak papa kok. Gue masuk duluan yah.” Jawab pemuda hitam manis itu masih dengan nada tenang. Rio.
“Tunggu bro, bukanya kita ada rapat yah pagi ini, jadi bareng ajah. yuk.” Usul pemuda hitam manis yang masih asyik dengan ponselnya. Gabriel.
“Yaudah lah, gak usah di masukkin ke dalam memory loe kejadian pagi ini, buang ajah. yuk guys, pak Danil pasti udah nungguin tuh.” Ajak pemuda seperti orang korea. Alvin.
            Kemudian mereka berjalan cepat menuju ke ruang osis. Tetapi pemuda hitam manis yang notabene sebagai ketua osis SMA Tunas Bangsa masih terus memikirkan kejadian yang kurang enak untuk dilihat di pagi hari ini. Sebelum pemuda tampan ini memasuki pekarangan sekolahnya, pemuda ini menyempatkan melirik sepasang kaum muda mudi yang masih betah berdiri di depan gerbang sekolahnya itu. Kemudian dirinya bergegas memasuki loby sekolah dengan perasaan tidak menentu.
(“Mereka tuh ada hubungan apa sih sebenernya. Seenaknya ajah mereka bercanda di depan gerbang sekolah, mereka pikir tuh tempat punya nenek moyangnya apah. Inget Rio. Loe udah janji bakal ngelupain Shilla kan, jadi loe mesti berusaha Rio. Hapus Shilla dalam memory loe. buang jauh jauh namanya, dia ituh gak suka sama loe, jadi ngapain loe masih betah nyimpen namanya di otak loe.” Batin Rio seraya memasuki sekolahnya.)
“Yo, elah. Loe lama amat sih jalannya. Kaya cewe ajah. buruan, pak Danil udah nyariin loe dari tadi.” Ucap Gabriel seraya menarik tangan Rio dan menyeretnya menuju ruang osis.
“Iya iya, sabar napa sih yel. Gak usah di seret seret tangan gue.” Ujar Rio berusaha melepaskan cekalanya dari tangan Gabriel yang menyeretnya dengan tarikan yang lumayan keras.
“Supaya kita cepet sampai ke ruang osis. Loe gatau apa, kalo dari tadi pak Danil itu nyariin loe. malah loe seenaknya aja jalannya. Kaya siput kurang gizy loe. masih pagi juga. Udah lemes gituh.” Cerocos Gabriel yang masih menyeret sahabatnya menuju ke ruang osis.
“bawel banget sih loe jadi cowok.”
“Bodo.”
            Kemudian mereka memasuki ruang osis dan ternyata para anggota osis sudah berkumpul dan duduk manis di kursinya masing-masing. Sepertinya Cuma pemuda hitam manis ini yang belum duduk di kursinya. Pantas saja Pembina osis mencarinya. Ternyata Cuma dia yang gak kelihatan di ruangan. Para guru juga banyak yang datang. Termasuk kepala sekolahnya.
YYYYYYYYYYYYYYYYY
            Sementara anggota osis sibuk membicarakan masalah acara ulang tahun sekolah. Murid murid yang lainnya malah enak-enakkan bersantai Ria. Karena para guru banyak yang mengikuti acara rapat osis pagi ini. Jadi, jam pertama dan kedua di kosongkan. Beberapa dari mereka memilih pergi ke perpustakaan dan yang paling banyak ke kantin.
            Seperti keempat gadis cantik yang sudah stand by di bangku favoritnya di kantin sekolah. Yaitu bangku paling pojok yang sebelahnya ada jendela yang menghubungkan dengan pemandangan luar sekolahnya yang sangat menyejukkan.
“Shill, loe udah jadian yah sama kak Debo.” Tanya Sivia yang membuat Shilla mengernyit.
“Kenapa loe Tanya gitu Vi. Gue gak jadian kok sama kak Debo. Loe semua kan tahu kalo gue deket sama kak Debo karena pengin buat kak Rio jealous.” Jawab Shilla
“Tapi cara loe udah kelewatan Shill. Bukanya loe udah tahu kalo kak Rio ituh suka sama loe dan sayang sama loe. loe tahu nggak sih, rencana loe sama kak Alvin ini bisa bikin kak Rio ngejauhin loe.” Ucap Agni yang diangguki oleh kedua sahabatnya.
“Jangan dong. Masa loe ngedoain gituh sih Ag. Kata kak Alvin, gue belum boleh nyudahin permainan ini. Sampai acara promnight nanti.” Ujar Shilla yang membuat ketiga sahabatnya melotot kaget.
“Promnight ???” Tanya ketiga gadis cantik secara serempak.
“Iya promnight. Emang kenapa sih ??? Ada yang salah emang ???” Tanya Shilla balik.
“Kok gue gak tahu kalo mau ada promnight. Kak Gabriel rese banget ih. Masa gue gak di kasih tahu.” Gerutu Ify.
“Sama. Loe fikir loe aja apa yang nggak di kasih tahu. masa Shilla di kasih tahu gue nggak. Rese banget emang kak Alvin. Awas aja nanti.” Tambah Sivia yang menyetujui ucapan Ify.
“Selow aja guys. Gue juga tahunya pas tadi malem. Kak Alvin ngasih taunya juga gak sengaja. Gue kan Tanya kapan permainan gue sama kak Debo berakhir. Dan kak Alvin bilang kalau gue boleh mengakhiri semuanya habis acara promnight selesai. Terus gue Tanya lebih lanjut deh.” Terang Shilla yang membuat sahabatnya mengangguk mengerti.
“Oh gituh. Tapi jangan salahin kita kalau kak Rio beneran benci sama loe yah Shill. Dan lebih memilih buat ngejauhin loe karena dia fikir loe ituh udah jadian sama kak Debo dan loe udah bahagia sama kak Debo.” Terang Ify yang membuat Shilla membenarkan ucapan Ify.
(“Semoga ajah gak kaya gitu kenyataanya. Gue gak pengin kalau kak Rio bakal benci sama gue. Percuma dong kepura puraan gue selama ini. Gue kan pengin bikin dia jealous doang, bukan nyuruh kak Rio benci sama gue apalagi bakal ngejauhin gue.” Batin Shilla.)
SKIP !!!
            Bel pulang sekolah berbunyi nyaring membuat seluruh siswa siswi SMA Tunas Bangsa bersorak gembira. Mereka bergegas keluar dari sekolah tercinta mereka. Sedangkan keempat para gadis masih setia berada di dalam kelas mereka.
“Guys, kita ke kelas kak Rio, kak Alvin, kak Gabriel sama kak Cakka yuk. Sekalian ngajak jalan bareng gituh.” Usul Ify yang langsung di respon dengan anggukan oleh Agni dan Sivia.
“Boleh banget tuh Fy. Shill, Vi, loe pasti setuju kan ???” Tanya Agni pada kedua sahabatnya.
“Gue sich oke oke ajah. gimana sama loe Shill ???” Tanya Sivia. Sedangkan sang empu yang di Tanya hanya mengangkat bahu tanda ia tak tahu apa jawaban yang paling tepat. Mendapat respon seperti itu, ketiga sahabatnya hanya mengernyit tanda mereka bingung dengan jawaban Shilla.
“Mau gak mau, loe harus mau Shill. Buruan !!! tadi gue udah sms kak Cakka. Katanya kak Cakka sama yang lainnya ada di loby sekarang. Dan kita di suruh kesituh sekarang. Udah ayo.” Ajak Agni dan langsung menarik tangan ketiga sahabatnya seraya bergegas keluar kelas dan langsung melangkah menuju ke loby dimana para pangerannya telah menunggunya tadi.
            Terlihat empat pemuda tampan yang sedang sibuk dengan aktivitasnya di loby. Sang ketua osis sedang asyik memainkan ponselnya. Dan sang wakil ketua osis sedang asyik browsing internet menggunakan laptop kesayangannya. Sedangkan kedua pria tampan lainnya asyik bermain game di laptop sang pemuda sipit.
            Beberapa menit kemudian, terdengar suara derap langkah beberapa orang yang menuju ke arah pemuda tampan itu karena suaranya semakin jelas saja. Otomatis, keempat pemuda tampan itu menghentikan aktivitas mereka masing-masing dan langsung mengalihkan pandangannya kearah sumber suara yang membuat dirinya merasa di ganggu.
“Hay say, lama banget sih datengnya. Tadi kan aku udah nyuruh kamu dateng secepatnya.” Sapa Cakka manja yang membuatnya terkikik geli.
            Mereka semua tertawa geli melihat perubahan sikap sahabatnya semenjak berpacaran dengan gadis manis dan tomboy sekaligus sahabat pacar mereka. Sedangkan salah seorang gadis-Shilla melihat kearah pemuda yang masih menyibukkan dirinya dengan ponsel miliknya. Sepertinya pemuda tampan yang sedang memainkan ponselnya tersebut sangat tidak perduli dengan kehadirannya maupun kehadiran sahabatnya.
            Dengan keberanian yang dia miliki. Dirinya melangkah menuju ke pemuda tampan itu. Pada saat dirinya mendekati pemuda tampan itupun, dia juga tidak menoleh ke arahnya sedikitpun. Kemudian dirinya duduk di sebelah pemuda tampan yang sedang memainkan ponselnya tersebut. tentunya, sahabatnya tidak ada yang tahu jika dirinya sekarang sudah berpindah tempat. Karena mereka masih sibuk bergurai bersama pacar mereka masing-masing.
“Lebay banget sih. Tadi aku ngobrol dulu sama anak-anak. Oyah, kita punya rencana nih.” Jawab Agni
“Rencana apa girls ???” Tanya Alvin mewakili para sahabatnya.
“Mmm, gini kak. Kita pengin hangout bareng. Tapi sama kakak-kakak semua. Jadi kan seru, bukannya makin rame makin seru yah.” Jawab Sivia menjawab pertanyaan kekasihnya.
“Setuju setuju aja sih, asyik juga jalan rame-rame.” Jawab Gabriel.
“Iyah kak, nanti kita bisa seru seruan bareng. Udah lama juga kan kita gak pergi bareng-bareng.” Ujar Ify
“Iyah, akhir-akhir ini kita semua pada sibuk sama urusan kita masing-masing.” Ucap Alvin menyetujui.
YOSHILL J
“Kak, lagi ngapain ???” Tanya Shilla yang membuat pemuda di sampingnya menoleh.
“Sejak kapan loe ada disebelah gue ???”. Bukanya menjawab pertanyaan Shilla, pemuda itu malah Tanya balik yang pertanyaanya membuat Shilla heran.
“Dari tadi kak, kakak sibuk banget sih main ponsel. Jadi gak sadar kan.” Ucap Shilla ramah kepada sang ketua osis yang bernama Mario Stevano itu.
“Apa perduli loe ??? Terserah gue dong mau ngapain ajah. dan kehadiran loe tuh sangat tidak berpengaruh buat gue.” Jawab Rio dengan cueknya.
“Kok kakak ngomongnya gituh sih ??? Shilla kan Tanya baik baik, jawabnya malah sinis gituh.” Gerutu Shilla yang membuat seniornya menatap dirinya dengan tatapan tajam.
“Masalah buat loe. Guys, gue duluan yah.” Pamit Rio cepat seraya beranjak dari duduknya.
“Yo.” Panggilan sahabatnya-Cakka membuat dirinya menghentikan langkahnya. “Kita kan mau hangout bareng, loe mau kemana ???”
“Gue mau menyendiri guys. Kalian tanpa gue gak papa kan ??? Gue bener-bener pengin sendiri dulu.” Ucapan Rio langsung di sambut pertanyaan sahabatnya lewat batin, seakan-akan sahabatnya bertanya ‘Kenapa ???’. “Tenang aja guys, gue baik baik ajah kok. Bokap nyokap gue kebetulan lagi ke Bandung. Dan Ray lagi ada acara di sekolah. Jadi di rumah sepi. Dan gue lebih mutusin buat jalan-jalan aja sendirian.” Terang Rio.
“Kenapa gak bareng kita aja ??? Lebih rame kan lebih seru Yo, kita bisa ngabisin waktu bareng sampe sore nanti. Atau kalau loe mau kita bisa hangout sampe malem.” Ujar Gabriel.
“Iya kak, lagian kalau kakak gak ikut Shilla sama siapa ??? Kan kak Gabriel, kak Cakka sama kak Alvin pada pake motor semua.” Tambah Ify.
“Panggil aja pacarnya, gampang kan ???” Jawab Rio sekenanya dan langsung membuat Shilla melotot kaget. “Pacar ???” Ucap Shilla memastikan. “Iya pacar loe, siapa tuh namanya, Deb Deb Deb ….” “Debo kak Rio.” Jawab Sivia secepatnya. “Ah bodo amat, mau namanya Debo kek, Kebo kek. gue gak perduli. Udah yah guys, gue cabut dulu.” Ucap Rio seraya bersiap pergi.
            Lagi lagi langkahnya mendadak berhenti karena ulah sahabatnya yang selalu membuat dirinya tidak bisa meneruskan langkahnya. “Rio.”
“Ada apa lagi guys ???” Tanya Rio sebal seraya berbalik badan.
“Loe cemburu yah sama Debo.” Ucap Alvin yang membuat Rio melotot kaget.
“Cemburu ??? Mana mungkin. Gak kok, gue sama sekali gak cemburu sama Debo.” Ucap Rio cepat.
“Ciyuuuusss, Miapa. Jangan bohong deh. Ntar kalo Shilla beneran jadian sama Debo baru tahu rasa loe. ntar loe malah nangis kejer lagi. Atau jangan-jangan mempersiapkan diri buat bunuh diri loe sendiri.” Ucap Gabriel ngarang.com
“Lebay banget sih loe. gak mungkin lah. Cuma gara-gara cemburu gue bunuh diri. Lagian kalo Shilla jadian sama Debo juga gue gak perduli.”
“Kak, udah deh. Gak usah gengsi gituh. Kakak kalo suka sama Shilla bilang ajah yang sebenernya. Di dunia cinta itu gak ada kata gengsi Kak. Suka yah bilang suka. Kalau gak suka yah bilang gak suka.” Terang Ify memberi tahu.
“Udah lah guys. Ngapain sih pake mojokkin kak Rio gituh. Loe semua tahu kan kalo kak Rio ituh gak suka sama gue. Jadi buat apa dipaksa ngomong suka. Orang nyatanya dia gak suka. Mmm, gue pulang ajah deh yah. Kalian kalau mau pergi pergi ajah. gak papa kok. Dan buat kak Rio, makasih buat pernyataan yang kakak kasih tahu ke gue. Bye guys.” Ucap Shilla seraya melangkah menjauhi teman-temannya dan melangkah menuju ke gerbang.
“Kejar Yo. Kejar kalo loe beneran suka sama dia. bentar lagi mau hujan. Loe gak kasihan sama Shilla. Kita udah sepakat buat batalin acara hangout bareng hari ini. Loe gak mau kan, kalo terjadi apa-apa sama Shilla.” Ujar Cakka.
“Iyah kak, lagian sopir Shilla gak mungkin jemput karena beliau mesti nganterin nyokap Shilla ke kantor. Dan kak Debo juga gak bisa jemput karena ada acara di sekolahnya. Jadi kemungkinan besar Shilla naik taksi atau angkutan umum. Tapi jam segini kan gak ada taksi atau angkutan umum kak.” Ucap Agni.
            Teman-temannya selalu memojokkan dirinya. Di situasi yang sama sekali tidak mendukung ini malah membuat pria tampan ini bingung harus bagaimana. Di satu sisi, pria tampan ini ingin sekali menyendiri di tempat yang benar-benar nyaman dan tenang. Dirinya ingin sekali mencairkan otaknya supaya bisa berfikir jernih. Akhir-akhir ini banyak masalah yang datang ke kehidupannya, dan hal ini membuat dirinya menjadi kacau.
            Tapi disisi lain, dirinya ingin sekali menyusul bidadari yang kini singgah di dalam hatinya. Sang Ketua OSIS ini sangat khawatirnya. Tetapi dirinya masih terlalu gengsi untuk mengakuinya. Setelah beberapa saat dalam keadaan hening, kemudian ……..
“Woy, malah bengong.” Ujar Cakka mengagetkan.
“Udah kak susulin Shilla gih, udah gerimis tuh. Sana kak. Kasihan Shilla.” Tambah Ify yang membuat Rio bingung.
“Udah deh bro, loe gak mau kan anak orang sakit ??? Sana susulin. Buang dulu deh gengsi loe ituh. Udah sana.” Usir Alvin dengan nada halus.
“yaudah deh. Gue duluan guys.” Ucap Rio dan langsung ngacir.
Reaksi: